Presiden RI, Jokowidodo saat membuka SDP II dan Rapimnas HIPMI.

Jakarta, Vox NTT- Ketua Umun Badan Pengurus (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Nusa Tenggara Timur (NTT), Reynold Arthur Ivan Lay menghadiri undangan Presiden RI, Ir. Joko Widodo di Istana Negara, Kamis (15/03/2018).

Menerima undangan tersebut, Arthur merasa bersyukur karena dirinya mendapatkan kesempatan pertama kali untuk bertemu dengan orang nomor 1 di Indonesia guna membahas Kewirausahaan.

Bagi Arthur, walaupun tidak sendirian yang diundang Presiden namun itu merupakan suatu kehormatan bagi dirinya dan segenap civitas HIPMI NTT.

Kepada VoxNtt.com saat dihubungi via telepon, Arthur menyampaikan, dirinya akan bertemu Presiden dengan beberapa Ketua BPD HIPMI dari daerah lain.

“Nanti saya akan hadir bersama para ketua umum HIPMI lainya dan akan memperjuangkan apa yang diharapkan pengusaha pemula di NTT,’ Katanya.

Menurut Arthur orang muda NTT mempunyai semangat berwirausaha, namun kadang semangatnya menjadi luntur karena persoalan modal, khususnya bagi pengusaha pemula.

Kata dia, akses permodalan masih menjadi persoalan bagi pengusaha pemula di NTT.  Sehingga Arthur berharap momentum pertemuan dengan Presiden dapat menyampaikan persoalan ini.

Hal ini lanjut dia, sangat penting mengingat saat ini HIPMI NTT di bawah kepemimpinannya sedang gencar masuk ke sekolah dan Perguruan tinggi, untuk menularkan virus Entrepreneur.

Ketum BPD HIPMI NTT didampingi Ketum BPP HIPMI terima Penghargaan dari Presiden yang diserahkan Airlangga Hartarto.

Dalam dialog dengan mahasiswa dan pelajar, Arthur mengaku menemukan banyak soal termasuk kesulitan dalam mengakses permodalan “Maka kita tau apa kebutuhan adik adik pemula,” tuturnya.

“Oeh karena itu, saya akan memperjuangkan dan menyampaikan secara langsung kepada bapak Presiden, untuk serius membantu mereka dalam permodalan dan keringanan lain dari perbankan melalui RUU Kewirausahaan, tegas Sarjana Kedokteran ini.

Sebelumnya Atrhur menerima pernghargaan dari Presiden sebagai BPD HPMI terbaik se-Indonesia dalam membina BPC-BPC.

Penghargaan ini diserahkan oleh Menteri Perindustrian dan Perdagangan, Airlangga Hartarto dan diterima sendiri oleh Arthur dalam kegiatan penutupan Sidang Dewan Pleno (SDP) II dan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di  Novetel, Tangerang Banten, Kamis (08/03/2018).

Arthur hadir dalam forum SDP II dan Rapimnas tersebut Bersama Sekretaris Umum BPD HPMI NTT, Yohanes Agustino Masteriano sebagai Sekretaris Umum, Bendahara umum, Muhammad Ikhsan Darwis dan 11 unsur pengurus BPD Hipmi NTT.

Sekretaris Umum BPD HPMI NTT, Yohanes Agustino Masteriano kepada media ini menyampaikan, saat ini HIPMI di bawah kepemimpinan Bahlil Lahadalia sedang memperjuangkan penerbitan UU Kewirausahaan.

Menurutnya dalam UU ini, HIPMI diharapkan menjadi inkubator bagi pengusaha pemula, guna mendorong lahirnya Entrepreneur di Indonesia.

Hal ini kata Yuston, demikian ia disapa disambut baik oleh Presiden RI. Sebagai langkah konkrit lanjut dia, Presiden mengundang para Ketum HPMI untuk bertemu dengannya guna menggali informasi dan harapan pengusaha muda se-Indonesia.

“Saya tidak mau RUU Kewirausahan dibuat tanpa melibatkan semua komponen di daerah,” kata Yuston menirukan pernyataan Presiden saat membuka SDP II dan Rapimnas HIPMI, Rabu (07/03/2018).

Hal yang sama ditegaskan ketua Pansus RUU Kewirausahaan Nasional, Ir. Andreas Eddy Susetyoaji, MM bahwa saat ini Pansus sedang menggodok secara serius dan akan memadukan Hipmi sebagai inkubator untuk pengusaha pemula.

Hal itu disampaikan Jokowi di hadapan 2000 pengusaha muda yang tergabung dalam HIPMI. Menyambut pernyataan Presiden ini para pengusaha muda itu terlihat begitu antusias dan gembira karena Pemerintah terlihat serius dan mulai berpihak pengusaha muda.

Penulis: BJ

 

alterntif text