Politisi muda Partai Demokrat Kabupaten Ende, Blasius A. Rinda (Foto: Ian Bala/VoxNTT)

Ende, Vox NTT-Politisi muda partai Demokrat Kabupaten Ende, Blasius A. Rinda merespon data Badan Pusat Statistik (BPS) Ende yang menyebutkan tingkat pengangguran terbuka lulusan SMA paling tinggi yakni 27,04% di Ende.

Menurutnya, angka ini merupakan angka yang paling fantastis apalagi pada zaman perdagangan bebas seperti saat ini.

Ia menyarankan agar pemerintah mesti mengambil langkah solutif untuk merutinitas kembali Balai Latihan Kerja (BLK).

Kemudian, diusulkan untuk menormalisasi tenaga pendamping balai sesuai dengan keterampilan masing-masing.

“Memang standar pendidikan SMA itu tidak disyaratkan menjadi pegawai negeri. Kalau balai itu terjadi aktivitas setiap hari, saya kira angka itu akan menurun,”katanya di Ende, Selasa (10/7/2018).

Blasius mengatakan pemerintah perlu menyiapkan formal baku dalam pengelolaan balai. Jika formal itu dilakukan maka para pekerja lebih giat dan terampil serta mampu berdaya saing mencari kerja di luar negeri.

“Kan, di luar negeri lagi butuh tenaga kerja. Nah, kita disini perlu menyiapkan. Siapkan SDM, siapkan keterampilan supaya bisa bersaing,”ujar Blasius.

Baca Juga: Duh! Tingkat Pengangguran di Ende Tertinggi SMA, Terendah SD

Diketahui, angka pengangguran pendidikan lulusan SMA lebih tinggi dibandingkan lulusan SD di Kabupaten Ende. Angka ini menunjukan bahwa lulusan SMA tak memiliki pendapatan setiap hari jam kerja.

Data lain yang dirilis BPS pada Agustus 2017, lulusan diploma pada urutan kedua tertinggi setelah SMA yakni sebesar 22,34%. Sementara drop out atau tidak memiliki ijazah SD sebesar 17,7%.

Disusul lulusan Sarjana sebesar 14,06%, pendidikan SMK sebesar 10,79%, pendidikan SMP 5,35% dan pengangguran paling rendah lulusan SD sebesar 2,77%.

 

Penulis: Ian Bala
Editor: Adrianus Aba

alterntif text