Maria Septiani Sintia Koda (Dok. pribadi)
alterntif text

alterntif text

alterntif text

alterntif text

alterntif text

alterntif text

Ruteng, Vox NTT- Kejuaran Nasional (kejurnas) shorinji kempo tahun 2018 telah berlangsung di Seleman Yogyakarta pada 20-23 September lalu.

Satu dari sekian atlet kempo asal Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diutus berlaga di ajang bergensi ini ialah Sintia (16).

Pemilik nama lengkap Maria Septiani Sintia Koda itu adalah atlet kempo asal Dojo GOR, Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai.

Tak hanya mewakili NTT, dia juga mengharumkan nama Manggarai di level nasional dengan berhasil menyumbangkan satu medali emas.

Pada kejurnas ini, Sintia Koda memboyong satu medali emas dengan bermain di randori putri kelas 58 kg.

Pernah ikut kejurnas kempo dan apalagi berhasil menyumbangkan medali emas untuk daerah asalnya, ternyata memiliki kebanggaan tersendiri bagi putri remaja kelahiran Pitak, 25 September 2002 itu.

“Saat saya juara nasional dan mendapat medali emas di Yogyakarta, saya bangga dan senang mewakili NTT dan menjadi juara nasional,” kata Sintia saat berbincang-bincang dengan VoxNtt.com di Ruteng, Kamis (27/09/2018).

Sintia mengatakan perjuangannya untuk meraih medali emas memang bukan urusan mudah.

Ia mengaku, di semifinal kelas randori putri 58 kg berhadapan dengan kenshi dari Yogiyakarta yang cukup merepotkannya.

Sedangkan di final, Sintia bertemu dengan kenshi asal Papua Barat yang juga tidak kalah tangguhnya.

Namun, ia berhasil lolos dari lawan-lawan beratnya dan berhasil keluar sebagai juara.

Baca Juga: Kejurnas 2018, Atlet Kempo Asal Manggarai Raih 3 Medali Emas

Putri kedua dari empat bersaudara pasangan Rifianus Koda dan Herlina Bire itu membocorkan rahasia keberhasilannya di ajang kejurnas shorinji kempo tahun 2018.

Ia mengaku, sebelum berlaga para pelatihnya intens menyiapkan mental dan teknik bertanding bagi para kenshi.

“Dukungan dari keluarga dan doa dari teman-teman dan orangtua yang membuat saya semangat dalam bertarung,” aku Sintia.

Hal serupa inilah yang membuat siswi kelas X SMAN Langke Rembong itu bisa membiyong medali emas saat pekan olahraga (porprov) NTT beberapa waktu lalu.

Sintia menambahkan, dari 80-an kenshi randori yang diseleksi di tingkat Perkemi Kabupaten Manggarai, hanya 20 orang yang terpilih untuk bertarung di porprov NTT kali lalu.

Baca Juga: Kempo Manggarai Masuk Tiga Besar pada Porprov NTT 2018

“Perjuangan kami untuk menghadap kontingen di tingkat NTT, banyak hal yang disiapkan oleh peserta dalam pertarungan itu di tingkat provinsi,” katanya.

Di balik prestasinya itu, ia sangat mengharapkan perhatian Pemkab Manggarai melalui KONI.

“Kami mau ada penghargaan dari pemerintah. Ada tidaknya hadiah kepada kami yang penting ada perhatian,” kata Sintia mengharapkan.

KR: L. Jehatu
Editor: Ardy Abba