Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Tahun 2018, Kekerasan terhadap Perempuan di Manggarai Barat Meningkat
NTT NEWS

Tahun 2018, Kekerasan terhadap Perempuan di Manggarai Barat Meningkat

By Redaksi21 Desember 20181 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sr. Maria Yosefina Pahlawati, SSPS, direktur JPIC SSPS Labuan Bajo
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Tahun 2018, angka kekerasan terhadap anak dan perempuan meningkat di Manggarai Barat, propinsi Nusa Tenggara Timur.

Data yang dihimpun oleh VoxNtt.com dari JPIC SSPS Labuan Bajo, di tahun 2017 ada 12 kasus dan di tahun 2018 meningkat menjadi 15 kasus.

Adapun 15 kasus tersebut dirincikan sebagai berikut: kasus human trafficking 3 kasus, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) 9 kasus, pemerkosaan 1 Kasus, dan pelecehan seksual anak di bawah umur 2 Kasus.

Sr. Maria Yosefina Pahlawati, SSPS, selaku direktur JPIC SSPS Labuan Bajo saat ditemui VoxNtt.com di ruangan kerjanya mengatakan, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak mengalami peningkatan di tahun 2018.

Meningkatnya angka tersebut menurut dia, tidak boleh dianggap  sepele karena dapat menimbulkan banyak persoalan.

Sr. Yosefina menuturkan selama ini pihaknya selalu bekerja sama dengan Pemerintah dan LSM lainnya untuk mengkampanyekan stop kekerasan terhadap anak dan perempuan di seluruh wilayah Manggarai Barat.

Pihaknya juga mengunjungi setiap desa di wilayah Manggarai Barat.

“Upaya ini kami lakukan untuk menurunkan angka kekerasan terhadap anak dan perempuan di Manggarai Barat,” tegasnya.

Dia berharap agar di tahun 2019 angka kekerasan terhadap anak dan perempuan menurun bahkan tidak ada lagi di Manggarai Barat.

Penulis: Sello Jome

Editor: Irvan K

Manggarai Barat
Previous ArticleTerkait Dugaan Pungli, Ini Penjelasan Kepala Dishub Mabar
Next Article PMKRI Kembali Aksi Tuntut Usut Tuntas Kasus Pasar Rakyat Ruteng

Related Posts

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026

Kasus ODGJ di Manggarai Barat Naik Jadi 745 Orang, Dinkes Catat 35 Kasus Pemasungan

1 Agustus 2026
Terkini

Progres Jalan Nasional Ruteng-Reo-Kedindi Capai 86 Persen, Ditargetkan Rampung Sebelum Musim Hujan

6 Agustus 2026

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.