Sr. Maria Yosefina Pahlawati, SSPS, direktur JPIC SSPS Labuan Bajo

Labuan Bajo, Vox NTT- Tahun 2018, angka kekerasan terhadap anak dan perempuan meningkat di Manggarai Barat, propinsi Nusa Tenggara Timur.

Data yang dihimpun oleh VoxNtt.com dari JPIC SSPS Labuan Bajo, di tahun 2017 ada 12 kasus dan di tahun 2018 meningkat menjadi 15 kasus.

Adapun 15 kasus tersebut dirincikan sebagai berikut: kasus human trafficking 3 kasus, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) 9 kasus, pemerkosaan 1 Kasus, dan pelecehan seksual anak di bawah umur 2 Kasus.

Sr. Maria Yosefina Pahlawati, SSPS, selaku direktur JPIC SSPS Labuan Bajo saat ditemui VoxNtt.com di ruangan kerjanya mengatakan, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak mengalami peningkatan di tahun 2018.

Meningkatnya angka tersebut menurut dia, tidak boleh dianggap  sepele karena dapat menimbulkan banyak persoalan.

Sr. Yosefina menuturkan selama ini pihaknya selalu bekerja sama dengan Pemerintah dan LSM lainnya untuk mengkampanyekan stop kekerasan terhadap anak dan perempuan di seluruh wilayah Manggarai Barat.

Pihaknya juga mengunjungi setiap desa di wilayah Manggarai Barat.

“Upaya ini kami lakukan untuk menurunkan angka kekerasan terhadap anak dan perempuan di Manggarai Barat,” tegasnya.

Dia berharap agar di tahun 2019 angka kekerasan terhadap anak dan perempuan menurun bahkan tidak ada lagi di Manggarai Barat.

Penulis: Sello Jome

Editor: Irvan K