Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Rusa Diburu Bebas, Diduga Ada Upaya Pembiaran dari Pengelola TNK
NTT NEWS

Rusa Diburu Bebas, Diduga Ada Upaya Pembiaran dari Pengelola TNK

By Redaksi31 Desember 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Polisi berhasil mengamankan rusa dan barang bukti lain hasil tangkapan dari Pulau Komodo (Foto: Detikcom)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Sejumlah binatang rusa ditangkap bebas oleh orang tak dikenal di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), NTT.

Dilaporkan Detik.com, Sabtu, 29 Desember 2018, Polisi dari Polsek Sape menangkap seorang pemburu rusa di Pulau Komodo.

Menurut Polisi, rusa hasil buruan itu dibawa ke Sape. Pelaku berburu rusa dengan menggunakan senjata laras panjang.

Polsek Sape akhirnya membekuk pelaku di pinggir Pantai So Toro Wamba, Desa Poja, Sape.

Polisi kemudian mengamankan seorang pelaku dan menyita sejumlah barang bukti, yakni 2 buah senjata api rakitan laras panjang, 8 butir amunisi, 9 ekor rusa mati, 1 kepala kerbau, dan satu unit kapal boat kayu.

Ketua DPC PKB Mabar, Sirilus Ladur menduga pelaku penangkapan rusa dan kerbau tersebut sengaja dibiarkan oleh pengelola TNK dan Polisi Kehutanan (Polhut).

“Itu kan kejadian tiap tahun, penembakan rusa dan kerbau di Pulau Komodo. Dugaan besarnya ialah pihak dari TNK atau Polhut itu membiarkan orang dari NTB untuk melakukan perburuan di situ (TNK),” ujar Ladur menghubungi VoxNtt.com, Senin (31/12/2018).

Ia mempertanyakan pengawasan pengelola TNK dan Polhut saat oknum yang tidak bertanggung jawab menangkap ratusan ekor rusa di Pulau Komodo.

Parahnya, lanjut Ladur, Polhut lebih memilih menangkap nelayan yang menangkap ikan di kawasan TNK ketimbang para pemburu rusa.

“Dugaan saya ada jaringan oknum tertentu yang membuka akses menangkap rusa di Pulau Komodo,” tegasnya.

Menurut dia, kasus penangkapan rusa di Pulau Komodo merupakan bukti kelalaian dari pengelola TNK dan Polhut.

Sebab itu, ia berharap ke depan pengelola TNK dan Polhut agar melakukan pengawasan lebih ketat lagi agar tidak ada penangkapan binatang di Pulau Komodo.

Sementara itu hingga berita ini dirilis, pihak pengelola TNK dan Polhut belum berhasil dikonfirmasi.

Penulis: Ardy Abba

Kabupaten Manggarai Manggarai Barat
Previous ArticleMembunuh Orang Mati? (Antologi Puisi Rian Odel)
Next Article Warga Golo Tolang Ikat Pipa Putus Pakai Ban Dalam

Related Posts

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026
Terkini

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.