Bapak Yosep Tua Dolu sedang memetik buah Naga di perkebunan organik miliknya (Foto: VoxNtt.com/ Sutomo Hurint)

Larantuka, Vox NTT-Masa pensiun yang kadang menjadi momok bagi kebanyakan orang nyatanya tidak membuat Yosep Tua Dolu risau.

Warga Asal Kelurahan Weri, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur ini telah menyiapkan masa pensiunnya dengan memanfaatkan pekarangan rumah sebagai lahan perkebunan organik.

“Perkebunan ini saya buat pada tahun 2015 silam sebagai persiapan saya untuk masa pensiunan tahun depan,” kata Bapak Yosep kepada VoxNtt.com saat mengunjungi kebun organik miliknya Jumat, (11/01/2019) sore.

Bapak Yosep Tua Dolu saat membersihkan rumput di perkebunan organik miliknya. (Foto: Sutomo Hurint)

Pekarangan rumah seluas 42×13 meter itu ia manfaatkan untuk menanam Pepaya, Sayur Bayam, Terung, Lombok, dan buah Naga.

Bagian samping dan belakang, dimanfaatkan Yosep untuk membudidayakan ayam kampung, babi, dan ikan lele.

Berbuah Manis

Salah satu jenis tanaman yang menjadi ciri khasnya perkebunan milik bapak Yosep adalah pembudidayaan buah Naga. Di lahan rumahnya terdapat sebanyak 240 pohon Buah Naga.

Inspirasi dan keterampilannya dalam membudidaya buah Naga bermula saat mendapat penugasan bersama para camat sekabupaten Flores Timur di Batam.

Ia terinspirasi dengan salah satu kerabat dekatnya yang juga merupakan salah satu petani Buah Naga.

“Bibit buah Naga saya dapatkan dari keluarga di Batam sebanyak 320 stek. Waktu itu, pada tahun 2015 di sini (Larantuka) belum ada yang membudidayakan buah Naga. Awal saya kembangkan di sini orang-orang merasa bingung dengan aktivitas saya,” kisah ASN yang sedang menjabat camat Larantuka ini.

Tak disangka, budidaya buah Naga yang dirintisnya bersama Maria Helena Dasanto, sang istri berbuah manis.

Tak hanya rasanya yang manis tetapi juga keuntungan dari budi daya buah ini.

VoxNtt.com disambut dengan Sirup Buah Naga di rumah bapak Yosep Tua Dolu yang beralamat di Lorong Susteran PRR Weri, Kecamatan Larantuka, Flores Timur. (Foto: VoxNtt.com/Sutomo Hurint)

Buah Naga pada panenan perdananya pada tahun 2016 berhasil mencapai 70 KG. Buah Naga dijualnya dengan harga Rp. 50.000,00/Kg. Pada panenan kedua pada tahun 2017, ia menjual Buah Naga dengan harga Rp. 65.000,00/Kg.

“Dulu banyak yang membeli buah Naga di pasar. Namun setelah mengetahui saya juga membudidayakan buah Naga, mereka sendiri datang di sini dan memetiknya. Sekali panen, saya mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 500.000,00. Ini belum terhitung dengan panenan pada jenis tanaman yang lain. Dapat dikatakan sangat membantu perekonomian keluarga” jelas ayah 2 anak ini.

Fokus Adalah Kunci Sukses Petani Muda

Sebagai seorang Tokoh Masyarakat dan sebagai pelaku usaha, Ia pun kerap dipercayakan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Flores Timur sebagai pembicara atau motivator pada berbagai ajang pelatihan dan pendampingan para wirausahawan muda dalam Program “Selamatkan Orang Muda” yang digagas oleh Bupati Flores Timur, Antonius Hubertus Gege Hadjon.

Menurutnya melalui program Selamatkan Orang Muda, banyak sekali usaha yang dapat dikembangkan untuk menjadi pengusaha sukses.

“Orang muda tinggal memilih, mau jadi petani yang sukses atau peternak yang sukses, kuncinya adalah fokus. Kelemahan para pengusaha muda adalah tidak fokus. Menjadi seorang petanipun kita dapat sukses asalkan kita fokus,” titah bapak Yosep.

“Tanah kita adalah tanah yang subur. Hanya butuh sedikit sentuhan, kita dapat menjadi petani yang sukses”, ungkap lulusan Sarjana Pertanian Universitas Tribuana Malang ini.

Penulis: Sutomo Hurint

Editor: Irvan K