Ruas Jalan yang ambruk akibat diterjang longsor (Foto: Marcel/Vox NTT)
alterntif text

alterntif text

alterntif text

alterntif text

alterntif text

alterntif text

Atambua, Vox NTT- Sejumlah titik pada ruas jalan Weluli-Fulur di kabupaten Belu, NTT, mengalami rusak berat akibat diterjang longsor pasca hujan deras yang mengguyur daerah itu pekan lalu.

Jalan yang ambruk tersebut baru selesai dikerjakan pada akhir 2018 dimana ruas jalan ini merupakan jalan penghubung antara jalan propinsi dan jalan Sabuk Merah di Kecamatan Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu.

Pantauan VoxNtt.com pada Senin (11/2/2019), pada titik pertama yang ambruk  terjadi pergeseran badan jalan sekitar 20-30 cm.

Pada titik kedua, terjadi longsor yang memakan hampir sebagian badan jalan.

Pada titik ketiga, terjadi patahan pada badan jalan. Sedangkan, pada titik keempat, tembok penahan jalan ambruk dan mengakibatkan pengguna jalan harus extra hati-hati bila ingin melintas.

Kontraktor Pelaksana PT. Pundi Mas Bahagia, Aloysius Mintura ketika dikonfirmasi pada Senin (11/2/2019) menegaskan, kerusakan yang terjadi sudah di luar kemampuan pihak kontraktor. Hal ini dikarenakan faktor alam yang susah diprediksi.

“Kami akan lakukan pemadatan berlapis. Setelah itu, baru kita lihat lagi. Kami sudah turunkan alat berat ke sana. Nanti, besok (12/2/2019) baru saya turun ke lokasi untuk langsung pantau kerusakannya” jelas Aloysius.

Dijelaskan kontraktor, pihaknya akan segera memperbaiki kerusakan pada sejumlah titik jalan.

Ia menjelaskan, kerusakan itu terjadi karena adanya pergeseran tanah. Kendati demikian, pihaknya akan tetap memperbaikinya.

“Masa perbaikan enam bulan. Tapi, kita akan lihat kalau memang masih ada kerusakan, kita akan tetap perbaiki. Itu sudah menjadi risiko kita sebagai kontraktor,” ujarnya.

Terpisah, anggota DPRD Kabupaten Belu, Melki Lelo meminta pemerintah daerah untuk memberikan perhatian serius pada jalan yang ambruk dan terancam putus. Pasalnya, tidak hanya menyulitkan pengguna jalan, namun apabila dubiarkan, dampaknya bisa mengenai sejumlah rumah warga yang dekat dengan jalan.

“Ada beberapa rumah warga yang terancam longsor, karena jarak rumah dengan jalan hanya dua meter. Kalau kondisi ini dibiarkan, bisa berdampak serius bagi rumah-rumah yang ada dekat jalan” ujar Melki.

Untuk diketahui, peningkatan ruas jalan Weluli-Fulur dari lapen ke hotmix, menelan anggaran 16,5 miliar rupiah dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Belu yang telah di alokasikan sejak tahun 2017.

Jalan ini dikerjakan sepanjang 4 KM dari persimpangan jalan Weluli hingga daerah Fulur, Kecamatan Lamaknen Selatan,Belu

Penulis:Marcel Manek

Editor: Irvan K