Siswa-siswi SMAS John Paul II-Maumere, tampak antusisas saat menerima pelatihan jurnalistik dari KMK Ledalero Sabtu, (16/02/2019).

Sikka, Vox NTT-Dalam rangka membangun budaya literasi, Kelompok Menulis Koran (KMK) dan Diskusi Filsafat Ledalero mengadakan pelatihan jurnalistik di SMAS John Paul II-Maumere, kelurahan Kabor, kecamatan Alok, kabupaten Sikka, Sabtu, (16/02/2019).

Kegiatan ini juga digelar sebagai bentuk aksi sosial menyongsong perayaan pesta emas 50 tahun STFK Ledalero.

Pada kesempatan itu, 29 orang anggota KMK Ledalero bersama  seksi aksi sosial panitia pesta emas, hadir sebagai pemateri yang menghantarkan siswa berkenalan dengan dunia jurnalistik.

Pelatihan terbatas ini secara garis besar berbicara tentang pers dan jurnalistik. Adapun sasaran yang ingin dicapai oleh KMK adalah mengarahkan siswa agar mampu memahami konsep-konsep dasar tentang pers dan jurnalistik sekaligus memacu para siswa/I untuk menulis.

Secara keseluruhan, materi pelatihan dikemas dalam tiga bagian utama yakni, komunikasi, pers dan jurnalistik serta produk jurnalistik.

Latihan menulis berita, opini, surat pembaca dan cerpen dilakukan secara sangat terstruktur dan diatur sedemikian mudah sehingga materi yang diajarkan dapat dipahami siswa.

KMK Ledalero diberikan waktu satu jam oleh sekolah untuk membagikan pengalaman menulis sekaligus konsep-konsep dasar jurnalistik kepada para siswa.

Para frater yang tergabung dalam KMK Ledalero berpose usai mengadakan pelatihan jurnalistik

Para siswa merespon kegiatan ini dengan sangat baik. Mereka terlihat antusias dengan materi dan memiliki semangat yang tinggi untuk mengetahui tentang dunia jurnalistik.

“Syukurlah ada frater yang datang. Di sini kami tidak punya mata pelajaran khusus tentang jurnalistik. Kami  hanya memiliki kelompok minat, itu pun tidak semua yang ikut. Kami sangat bersyukur karena frater telah membagi pengetahuan tambahan tetang jurnalistik kepada kami”, kata Edmon Pukan, siswa kelas X program MIA (Matematika dan Ilmu Alam).

Edmon sendiri adalah peminat teater yang telah membawakan teater “Sakojung” (mencangkul kebun) di kampus Unesa Surabaya pada November 2018 lalu.

Peserta yang berpartisipasi dalam pelatihan ini adalah para siswa kelas X dan XI, yang berjumlah 516 orang, sementara XII tidak sempat karena harus mengikti uji coba menjelang Ujian Nasional.

Fr. Rio Nanto, SVD sebagai ketua KMK Ledalero menilai, program pelatihan jurnalistik sangat tepat untuk diterapkan di sekolah tingkat menengah demi pembangunan semangat literasi siswa.

“Pelatihan jurnalistik dasar ini menjadi suatu metode untuk memperkenalkan secara umum tentang Pers dan Jurnalistik. KMK Ledalero sebagai sebuah kelompok menulis memiliki kepedulian akan rendahnya budaya membaca dan menulis di tingkat para pelajar. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya membangun kultur membaca dan mengembangkan kemampuan menulis para pelajar” katanya.

Pihak SMAS St. John Paul II memberikan apresiasi terhadap program ini melalui keterbukaan dan keramahan mereka menerima anggota KMK Ledalero.

Mereka berharap agar kegiatan ini tetap dijalankan secara berkelanjutan.

Saat ini SMAS St. John Paul II Maumere memiliki kelompok jurnalistik “Hini”.

Mereka berharap agar KMK Ledalero melakukan pendampingan terhadap kelompok ini secara teratur.

“Terima kasih atas kunjungan para Frater. Kami sangat bangga dan bersukacita menerima kunjungan ini. Saat ini kami memiliki kelompok Jurnalistik “Hini” yang terdiri dari 14 orang Siswa/i. Kami berharap agar KMK mendampingi kelompok ini secara berkala agar mereka berkompeten dalam menulis”, kata Ibu Yohana Sekondary Wae, Guru PKn sekaligus Koordinator Kelompok Jurnalistik “Hini”.

Pada kesempatan selanjutnya, KMK Ledalero berencana memberikan pelatihan secara berkala di SMAS St. John Paul II dan memberi pelatihan yang sama di sekolah-sekolah lain.

Kontributor: Engel Salmon

Editor: Irvan K