Dewan Pembina Koperasi Indonesia, Dominikus Ancis saat memberikan SK dan Akta Notaris Kopdit Pintu Air kepada Yakobus Jano selaku pemimpin Koperasi. (Foto: Ronis/Vox NTT).

Kupang, Vox NTT- Kegiatan Rapat Pra Rapat Anggota Koperasi Kredit (Kopdit) Pintu Air untuk wilayah Kupang digelar hari ini, Kamis, 7 Maret 2019.

Rapat Pra-RAT yang untuk pertama kali digelar ini dilaksanakan di Hotel Romyta, Jln. Lalamentik Oebufu-Kupang.

Sebelum kegiatan dimulai, Dewan Pembina Koperasi Indonesia, Dominikus Ancis, kepada kurang lebih 500-an anggota yang ikut dalam kegiatan tersebut, mengatakan, baru tahun buku 2018 Rapat Pra RAT digelar.

Pada kesempatan itu, dalam sambutan awal Dominikus menyerahkan Akta Notaris dan SK Kopdit Pintu Air kepada ketua Kopdit Pintu Air.

Dalam kapasitas sebagai Penasihat dan pembina kelembagaan, Dominikus juga bercerita soal audiensi Kopdit Pintu Air dengan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat pada 3 Maret lalu. Menurutnya terdapat tiga benang merah yang terangkum dalam audiensi itu, yakni;

Pertama, Lembaga Kopdit Pintu Air adalah lembaga bermartabat. Manusia-manusia yang bergabung di dalamnya adalah manusia bermartabat.

Kedua, Oleh karena itu, anggota perlu dibimbing, dididik soal karakter. Anggota harus Konsisten, rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap lembaga. Juga memiliki Rasa untuk mengembangkan lembaga.

Ketiga, Berpikir besar.

“Karena kita orang-orang bermartabat maka harus berpikir besar, bertanggung jawab untuk membesarkan lembaga ini,” ujar Dominikus.

Sementara itu, ketua Pintu Air, Yakobus Jano dalam sambutannya mengatakan, cara berpikir besar misalnya, Kopdit Pintu Air pada tahun 2020 sudah punya pesawat terbang.

“Kita ini terdiri dari kurang lebih 221.000 anggota. Kan simple. Kemarin gedung saja peranggota Rp 50.000 sudah berhasil membangun gedung senilai RP 5 M. Kalau pesawat, yah tinggal hitung saja. Misalnya peranggota Rp. 500.000 kan bisa,” katanya.

Namun demikian, Jano juga juga menyayangkan Kopdit Pintu Air cabang Kupang yang mengalami kerugian, 20 %. Menurutnya itu karena masalah anggota yang terdiri dari Nelayan, Tani, Ternak dan Buruh.

“Jadi banyak yang pinjam lalu tidak bertanggung jawan untuk membayarnya”, imbuhnya.

Lebih lanjut, Ia menyampaikan, Tahun buku 2018,  memakai jaminan tambahan,  yakni sertifikat dan  BPKB bagi peminjam.

“Tahun 2018 cabang Kupang rugi besar, anggota pinjam tidak bayar. Penjualan uang kurang. Total saham 65 M. Yang Jual 41 M. Sedangkan 24 M tidak bisa terjual. Banyak yang cari untung. Berkelit. Jadinya mengalami kerugian,” ungkap Jano.

Ia meminta kepada semua anggota agar hadir dalam setiap pertemuan anggota bulanan. Menurutnya, Koperasi itu ruhnya ada di pertemuan. Sementara Pemiliknya, anggota. “Tahun ini tahun promosi. Kita akan memasuki usia Perak tahun 2020. Oleh karena itu, Kalau tidak melayani dengan baik kepada semua anggota silahkan kontak saya,” tegasnya.

Pada sesi diskusi, Irenius Fallo, anggota koperasi meminta kepada pengurus koperasi agar memastikan setiap anggota harus memegang Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.

Penulis: Ronis Natom

Editor: Boni J