Kedua CTKI usia milenial yang dicekal di bandara Eltari Kupang Selasa 9 April 2019. (Foto: Ronis/VoxNtt.com)

Kupang, Vox NTTDua Calon Tenaga Kerja Indonesia (CTKI) dengan alamat KTP Jiwuwu, Sabu Tengah, Kabupaten Sabu Raijua dicekal Satgas Human Trafficking saat hendak berangkat ke Medan melalui Bandara Eltari, Kupang.

Keduanya dicekal pada Selasa (09/04/2019) pukul 10.20 Wita di pintu check in Bandara El Tari. Mereka hendak berangkat dengan rute penerbangan Kupang-Surabaya-Medan via Lion Air 695.

Volkes Nanis, salah satu petugas Satgas menjelaskan, calon tenaga kerja yang dicekal tersebut bernama Marselina Lulu Wadu (20) dan Anita Djapa Heo (20).

“Saat diinterogasi kedua calon tenaga kerja tersebut mengaku ke Medan untuk bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT),” tutur Volkes.

Kedua CTKI tersebut direkrut oleh JIO yang beralamat di Oeba, Kota kupang. Mereka kemudian diantar oleh temannya JIO ke Bandara El Tari Selasa pagi.

Lanjut Volkes, kedua perempuan usia milenial ini hendak dikirim ke PT. NTT (NUASA TOBA TIMUR) yang beralamat di Jln. Pukat II No.45 C, Bantan Timur,Tembung Medan. Uang perjalanan mereka ditanggung oleh PT. NTT.

Hilang dari Rumah

Saat diinterogasi petugas, keduanya mengaku perjalanan ke Medan telah mendapat restu orang tua.

Namun ternyata alasan ini cuma jadi modus agar bisa lolos dari cekalan petugas.

Setelah mengetahui anaknya dicekal, orang tua Marselina, Bendelina Nara Dila bergegas ke bandara Eltari dan langsung menuju pos Satgas.

“Saat menemukan anak mereka, orang tua sangat emosi dan shok berat,” tutur Volkes.

Bendelina sendiri beralamat di Kelurahan Bakunase, Kecamatan Kota Raja-Kupang. Ia mengaku anaknya sudah menghilang dari rumah sejak kemarin malam.

Bendelina mengaku sudah mencari kemana-mana namun tidak berhasil menemukan anaknya.

“Ke pelabuhan sudah. Ini anak keluar dari rumah siang sampai malam. Terakhir saya tahu sudah kena tahan di Bandara karena surat-surat tidak lengkap”, jelas Bendelina.

Bendelina juga berusaha menghubungi jasa pengiriman TKI namun belum direspon.

“Anak saya pengirim sapa. Surat tidak lengkap. Saya telepon-telepon suruh dia ketemu saya”, tegasnya.

Saat ini dua CTKI tersebut telah dipulangkan ke rumahnya. Sementara mengenai alamat KTP yang berbeda dengan alamat orang tua mereka, masih ditelusuri lebih lanjut oleh VoxNtt.com.

Penulis: Ronis Natom

Editor: Irvan K