Bansos Rastra warga Desa Pana, Kecamatan Kolbano yang diisi di dalam karung 10 kg saat dibuka hanya 2 sampai 3 kg saja. (Foto: Ist).

Soe,Vox NTT –Penyaluran beras bantuan sosial (Bansos) beras sejahtera (Rastra) kepada masyarakat di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menuai persoalan.

Pasalnya, banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mengeluhkan kekurangan beras saat pembagian di desa.

Kepala Dinas Sosial, Kabupaten TTS, Nikson Nomleni yang dikonfirmasi belum lama ini mengakui adanya temuan kekurangan jumlah bansos rastra saat pembagian kepada KPM  di Desa Pana, Kecamatan Kolbano.

“Desa lain sejauh ini belum ada laporan. Namun informasi dari Desa Pana, Kecamatan Kolbano, beras yang dibagikan tidak sesuai. Di dalam karung yang isinya 10 kg ternyata hanya 2 kg sampai 3 kg saja,” katanya.

Pihak Dinas Sosial TTS, kata Nomleni, tidak melakukan tugas distribusi rastra tersebut namun hanya membantu melakukan monitoring.

“Pemerintah daerah melalui dinas sosial fungsinya hanya memonitor penyaluran rastra. Distribusi dilakukan oleh Bulog langsung ke tiap desa,” jelas Nomleni.

Seorang warga Desa Pana yang enggan namanya ditulis, kepada VoxNtt.com, Jumat (12/04/2019) mengaku sangat kecewa dengan sistem distribusi beras oleh Bulog di Soe.

“Saya menduga ada orang Bulog yang curi beras karena di dalam karung yang isinya 10 kg saat dibagikan hanya 2 kg atau 3 kg. Ini sudah terjadi berulang kali,” ujarnya.

Pihak Bulog Soe belum berhasil dikonfirmasi Jumat (12/04/2019), terkait persoalan ini. Namun, pantauan media ini, sejak siang pukul 11.00 Wita hingga pukul 15.00 Wita nampak pengawas dari Kantor Pusat Bulog Mataram melakukan pemeriksaan pada Gudang Bulog Soe, di bilangan Kesetnana, Mollo Selatan.

Nampak seorang pegawai yang diduga Kepala Gudang Bulog Soe itu dibentak berulang kali oleh pengawas dari Kantor Pusat Wilayah Mataram, Nusa Tenggara Barat tersebut.

Penulis: L. Ulan

Editor: Boni J