Orlando Mau Soco,warga desa Maumutin kecamatan Raihat yang diduga menjadi korban penganiayaan 3 oknum TNI, Kamis 11 April 2019. (Foto: Istimewa).
alterntif text

Atambua,Vox NTT-Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif Raider Mekanis 408/SBH, Mayor Inf. Joni Eko Prasetyo mengakui ketiga okunum anggotanya terindikasi menganiaya Orlando Mau Soco.

Orlando Mau Soco yang sudah sejak tahun 1999 menderita sakit gangguan kejiwaan itu merupakan warga perbatasan RI-RDTL, tepatnya Desa Maumutin, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu.

Ia diduga menjadi korban penganiayaan tiga oknum anggota TNI, dari satgas pamtas RI-RDTL sektor Timur Yonif Raider Mekanis 408/SBH, berinisial A, A dan S itu, Kamis(11/04/2019) dini hari.

Indikasi kuat ketiga anggotanya melakukan penganiayaan, jelas Mayor Joni, diperoleh setelah pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap seluruh anggota yang bertugas di Pos Turiskain.

“Yang kita ambil Keterangan seluruh anggota, tapi yg terindikasi 3, seperti yg sdh beredar di koran bang,” jelas Mayor Joni saat dihubungi VoxNtt.com via pesan WhatsApp, Sabtu (13/04/2019).

Mayor Joni menuturkan, saat ini kasus dugaan penganiayaan tersebut sedang ditangani untuk proses hukum. Tim investigasi dari komando pelaksana operasi (kolakops) tengah melakukan penyelidikan berkaitan dengan kasus dimaksud.

“Untuk oknum anggota sudah kita amankan di Satgas untuk menjalani proses, terima kasih,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Orlando Mau Soco, Warga Desa Maumutin diduga menjadi korban penganiayaan oleh oknum anggota Satgas Pamtas RI-RDTL sektor Timur Yonif Raider Mekanis 408/SBH, sebagaimana yang diberitakan media ini, Kamis(11/04/2019).

Akibat penganiayaan tersebut, purnawirawan TNI yang saat ini mengalami sakit gangguan kejiwaan itu mengalami luka pada bagian kepala, wajah, kaki dan memar pada bagian belakang.

Penulis: Eman Tabean

Editor: Boni J