Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»Pemuda Jangan Terjebak dalam Politik Uang
Pilkada

Pemuda Jangan Terjebak dalam Politik Uang

By Redaksi16 April 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
calon anggota DPRD Provinsi NTT dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Daerah Pemilihan (Dapil) VII, TTU-Belu-Malaka, Tri Andyos Prawira Manu (Foto: Ist)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – Demokrasi sesungguhnya memberi ruang bagi masyarakat untuk menentukan pilihan terhadap partai politik (parpol), maupun figur berdasarkan keyakinan dan harapan akan perubahan.

Hal itu diungkapkan calon anggota DPRD Provinsi NTT dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Daerah Pemilihan (Dapil) VII, TTU-Belu-Malaka, Tri Andyos Prawira Manu kepada VoxNtt.com, Selasa (16/04/2019) pagi.

“Namun seringkali, setiap perhehalatan Pemilu baik Pilpres, Pileg dan Pilkada, selalu diwarnai dengan money politic (politik uang), yang justru menciderai demokrasi itu sendiri,” ujar Caleg nomor urut 8 itu.

Ia mengatakan, pemuda yang juga terlibat dalam proses demokrasi justru sering terjebak dan akhirnya berada dalam lingkaran permainan money politic.

“Ini sebenarnya sudah merusak tatanan demokrasi yang seharusnya memberi pembelajaran politik, ” tegas Andyos.

Karena sampai kapanpun, kata dia, kalau masih ada yang namanya money politic, tidak akan menghasilkan pemilih yang cerdas. Begitu juga akan berpeluang tidak bisa menghasilkan wakil rakyat yang berkualitas.

“Pemuda yang notabenenya adalah generasi penerus bangsa, harusnya jangan terjebak dan bisa menjadi contoh sekaligus bisa ikut memerangi gaya permainan oknum yang memanfaatkan masyarakat dengan uang, untuk kepentingan politik, ” ungkapnya

Andyos berharap, pihak penyelenggara maupun aparat juga harus berani mengambil sikap tegas dengan sanksi yang berat, apabila ada yang bermain uang dalam setiap proses politik.

“Karena semua pasti berharap demokrasi di Indonesia akan lebih baik. Biarkanlah masyarakat memilih dengan keyakinannya, bukan karena dibeli dengan uang, ” tutup Andyos.

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

DPRD NTT Kota Kupang Tri Andyos Prawira Manu
Previous ArticleKPU NTT Pastikan Malam Ini Distribusi Logistik Pemilu Sudah Sampai di TPS
Next Article KPU TTU Musnahkan 9.280 Surat Suara

Related Posts

LBH GAMKI NTT Buka Layanan Konsultasi Hukum Gratis untuk Masyarakat

3 Juni 2026

Kasus Dugaan Penggelapan Dokumen PH Tanah 10 Hektare di Kupang Berakhir Damai

2 Juni 2026

PAN Manggarai Gelar Muscab, Yosef Hasmi Dorong Kader Kuasai Ruang Digital

30 Mei 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.