Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Tahun Ajaran Baru, Semua Siswa di TTS Wajib Berbusana Adat
Regional NTT

Tahun Ajaran Baru, Semua Siswa di TTS Wajib Berbusana Adat

By Redaksi26 Juni 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Dua orang siswa/i di TTS tengah mengenakan busana adat daerah tersebut. (Foto: Istimewa).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Soe, Vox NTT -Dalam upaya promosi pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Bupati TTS, Epy Tahun segera menginstruksi semua sekolah mulai dari TK, SD, SMP maupun SMA/SMK menggunakan busana adat pada hari tertentu.

Hal itu diungkapkan Bupati TTS, Epy Tahun saat diwawancarai wartawan, Senin (24/06/2019). Menurut Bupati Epy, dengan siswa mengenakan busana adat, bisa memberdayakan home industri dan pengrajin tenun ikat di TTS.

“Dengan adanya instruksi ini, maka tentu akan menggeliatkan dan meningkatkan pendapatan para pegiat tenun ikat di TTS,” ujarnya.

Rencananya, lanjut Bupati Epy, instruksi ini mulai dilaksanakan tahun ajaran 2019/2020 ini.

“Pemkab lagi rancang instruksi ini. Tahun ajaran sudah mulai diterapkan,” katanya.

Dalam rangka promosi pariwisata TTS, lanjut Bupati Epy, Pemkab TTS juga sementara membuka berbagai isolasi fisik berupa infrastruktur jalan menuju beberapa obyek wisata.

“Jalan sementara proses perbaikan menuju ke Fatumnasi, Kie yakni obyek wisata Fatu’ulan, Gua Kelelawar (Kona Ba’u) dan Air Terjun panas. Ini untuk mempermudah transportasi baik kendaraan roda dua maupun empat,” katanya.

Obyek wisata Pantai Oetune, di Kecamatan Kualin, tambahnya, sementara ditambahkan beberapa fasilitas penunjang seperti pagar pengaman serta menara pandang.

“TTS sementara dilirik karena kaya akan potensi wisata. Pemkab tidak tinggal diam. Tentu akan terus menangkap berbagai peluang ini dengan mulai melakukan pembenahan,” tutup Epy Tahun.

Penulis: L. Ulan

Editor: Boni J

Epy Tahun TTS wisata budaya
Previous ArticleTercatat 1.181.000 Obyek Destinasi Wisata Budaya di NTT
Next Article Potensi Kerawanan El Tari Cup di Malaka Jadi Atensi Polres Belu

Related Posts

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026

Pemkab Manggarai Barat Evaluasi Seluruh Destinasi Wisata Usai Insiden WNA Austria Terjatuh di Jembatan Gantung

30 Mei 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.