Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Polres TTU Didesak Ungkap Penyebab Kematian Meri Pah
Regional NTT

Polres TTU Didesak Ungkap Penyebab Kematian Meri Pah

By Redaksi15 Juli 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Jasad Meri Pah saat ditemukan tewas terpanggang api di kediamannya di Desa Oerinbesi. (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT-Kepolisian Resort Timor Tengah Utara (Polres TTU) didesak untuk mengungkap penyebab sebenarnya kematian Meri Pah, Warga Desa Oerinbesi, Kecamatan Biboki Tanpah.

Keluarga meragukan jika Almarhumah yang ditemukan meninggal dunia, Senin (24/06/2019) tersebut akibat terbakar di rumahnya sendiri seperti yang sudah ramai diberitakan.

Pasalnya, saat pertama kali keluarga menemukan Jasad korban, berada di samping fondasi belakang rumah yang terbakar.

“Jadi saat ditemukan itu, Jenazah adik kami itu di samping fanderen (fondasi) belakang, bukan dalam rumah yang terbakar. Makanya, kami ragu kalau korban meninggal karena terbakar,” ujar paman korban, Yahya Elias Tode di Kampung Inggareo, Desa Tualene, Kecamatan Biboki Utara, Minggu (14/07/2019).

Keraguan keluarga semakin kuat lantaran tangan kiri korban putus mulai dari lengan. Potongan tangan yang terputus pun tidak ditemukan hingga saat ini.

Selain itu, saat ditemukan kondisi Jasad korban dalam keadaan tidak berpakaian sedikit pun.

“Bahkan saat jenazah kami sudah bawa pulang untuk disemayamkan di rumah duka di Inggareo sini, baru ditemukan potongan jari korban yang sudah hangus dalam rumah yang terbakar itu,” ujarnya.

Yahya menambahkan, hingga kini, makam korban belum ditutup menggunakan semen, agar mudah dibongkar apabila Jasadnya diotopsi.

“Nanti kalau sudah ada kejelasan apakah kematian anak kami karena benar-benar terbakar atau karena ada campur tangan pihak lain, baru makam kami tutup pakai semen. Sekarang bagian atas kami hanya tutup pakai pasir saja,” tandasnya.

Terpisah, Kapolsek Biboki Selatan, Iptu Yoseph Baun saat dikonfirmasi VoxNtt.com di Mapolres TTU, Senin (15/07/2019) mengakui, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus kematian Meri Pah.

Menurutnya, pihaknya sudah memeriksa beberapa saksi, baik itu suami korban, mertua serta tetangga terdekat.

“Sejauh ini masih penyelidikan. Jadi, kita belum bisa ambil kesimpulan apapun terkait  kasus ini,” ujarnya.

Penulis: Eman Tabean

Editor: Boni J

Meri Pah TTU
Previous ArticleFPPN Bangun Tenda di Halaman Kantor Bupati Nagekeo
Next Article BPD dan Warga Sebut Pengelolaan Dana Desa Noinbila Bermasalah

Related Posts

Pasien ODGJ Dipasung Selama Dua Tahun di Welak Akhirnya Dibebaskan

12 September 2026

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026

SMAN 3 Cibal Semarakkan Hari Pramuka ke-65 dengan Perkemahan dan Beragam Lomba

14 Agustus 2026
Terkini

Kafegama dan JPIC OFM Tuntaskan Distribusi 1.265 Paket Bantuan di Sambi Rampas Manggarai Timur

15 September 2026

Desil, Data, dan Keadilan

15 September 2026

KPAI Soroti Dugaan Kekerasan Seksual terhadap 13 Anak SD di Sumba Barat

14 September 2026

Ketika Manusia Menghapus Wajah Sesamanya

13 September 2026

Pasien ODGJ Dipasung Selama Dua Tahun di Welak Akhirnya Dibebaskan

12 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.