Calon Bupati Manggarai Barat oeriode 2020-2025, Fransisko Andriani Djaga Djemalu saat mengunjungi salah satu wilayah di Pedalaman Kab. Mabar untuk sosialisasi. (Foto: Dok. Pribadi.
alterntif text

Kupang, Vox NTT-Fransisko Andriani Djaga Djemalu siap maju dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat (Mabar) Tahun 2020.

Ketua Pengurus Wilayah Penguatan ekonomi Kerakyatan Nasional (PW PEKNAS) itu menegaskan, sudah siap secara matang maju dalam bursa Pencalonan Bupati atau Wakil Bupati  Kabupaten di ujung barat Pulau Flores itu.

Hal itu ditegaskan Andre kepada VoxNtt.com saat ditemui  di Wisma Harapan Baik, Jalan Veteran Kayu Putih, Kota Kupang, Jumat (09/08/2019) di sela-sela Rapimda PKB NTT.

“Sebagai Kader Partai, sejatinya kita harus memanfaatkan momen politik. Untuk Manggarai Barat, kita melihat cukup punya potensi sumber daya dan juga banyak hal, hanya tergantung niat pemimpin,” ungkap Andre.

Sejauh ini, kata Andre, kesiapan dirinya dibuktikan dengan giatnya sosialisasi di masyarakat dan juga elit serta lintas partai. Ia bahkan jauh-jauh hari sudah melakukan komunikasi politik dengan kandidat lain yang juga siap bertarung  menjadi orang nomor satu di Mabar.

alterntif text

“Sangat siap. Saya memastikan diri untuk ikut dalam bursa pencalonanan,” tegas Wakil DPW PKB NTT itu.

“Sosialisasi saya sudah lakukan sangat lama. Komunikasi lintas partai saya sudah lakukan. Dengan beberapa calon juga ada yang menawarkan calon nomor satu juga ada yang menawarkan saya sebagai calon nomor dua (wakil),” ujar Andre.

Menurut Ketua DPD UNTAS (Unit Timor Aswa’in) Kota Kupang itu, sebagai orang muda, dirinya memiliki kelebihan dan juga keunggulan tersendiri, apalagi profesinya selalu berdekatan dengan pengembangan ekonomi di tingkat desa.

“Akitivtas saya lebih banyak ke desa-desa, sebagai pegiat desa, membantu teman-teman di desa untuk memajukan desa. Untuk pengembangan ekonomi. Tak hanya di Mabar hampir seluruh NTT. Visi ke depan itu adalah bagaimana mengembangkan masyarakat itu sendiri. Mabar itu memiliki potensi sebagai daerah wisata,” ujar dia.

Pariwisata Berbasis Masyarakat

Tak hanya persiapan soal partai politik dan kalangan elit, Andre juga jauh-jauh hari sudah menyiapkan tagline politiknya yakni “Muda Berpolitik Membela Rakyat”.

Andre juga mengusung visi, menghimpun yang tercecer; menyambung yang terputus, menembus perbedaan.

Niat Andre sungguh besar untuk menjemput Manggarai Barat sebagai gerbang pariwisata level nasional hingga internasional.

Menurut dia, selama ini, pariwisata yang merupakan sumber daya besar di Manggarai Barat hanya dinikmati oleh kalangan elit dan investor besar, tidak oleh masyarakat itu sendiri.

“Jangan tunggu jadi pemimpin untuk berbuat. Soal pariwisata di Mabar bukan hanya soal menyiapkan hotel, lebih banyak kan selama ini kita menyiapkan investor, sedangkan masyarakat sebagai penonton. Masyarakat akan tetap miskin jika pola ini terus berkembang,” jelas Pembina Organisasi Garda bangsa itu.

 “Oleh klarena itu, kita jangan hanya fokus kepada membangun hotel-hotel besar. Masalah paling besar di Mabar adalah ketimpangan ekonomi. Langkah pertama saya harus panggil semua orang. Seluruh pegiat wisata harus dipanggil dengan melakukan diskusi untuk referensi sebagai bentuk riil apa yang harus dibangun di sana, lalu panggil tokoh masyarakat. Tugas kita tidak hanya mau melihat tetapi juga mampu mengetahui apa kebutuhan masyarakat. Saya lebih menekankan ekonomi gotong royong ke depan. Contohnya banyak hotel-hotel besar di Labuan Bajo, kita kan bisa manfaatkan dana CSR untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” sambung Andre saat ditanya misi besarnya untuk Manggarai barat.

Sementara itu, Ketua PKB Mabar, Sirilus Ladur dalam sebuah diskusi menyampaikan dengan tegas bahwa PKB Manggarai Barat siap bertarung dalam Pilkada Mabar 2020.

Ril mengaku, jauh hari sebelumnya Ia sudah gencar membangun komunikasi dan koordinasi yang serius ke pengurus Partai tingkat bawah, seperti PAC dan ranting PKB di seluruh wilayah Manggarai Barat.

Dalam berbagai diskusi di WA group pun selalu Ril tegaskan tentang kesiapan partainya.

“Kita siap, komunikasi ke bawah sudah kita lakukan jauh hari sebelumnya. Tekad kita, PKB harus memimpin Manggarai barat. Dan kader-kader kita sangat militan di lapangan. Kita sudah buktikan itu dalam Pileg kemarin,” jelas Alumni PMKRI Kupang ini dalam sebuah diskusi belum lama ini.

Tak hanya gencar ke bawah, Ril juga mengaku sudah membangun komunikasi politik lintas partai juga ke berbagai jaringan luar partai. Menurut Ril, PKB Mabar sudah sangat siap untuk bertarung.

Saat dihubungi via WhatsApp, Sabtu (10/08/2019) Ril kembali menegaskan pernyataannya bahwa tekad PKB dalam Pilkada Mabar kali ini sudah pasti, maju untuk menjadi Bupati.

“Yang jelas utk bisa mencalonkan harus PKB bekoalisi dengan partai lain untuk dapat 6 (enam) kursi,” tandasnya.

Saat ini jelas Ril, PKB Mabar memiliki 3 (tiga kursi di DPRD Mabar. Dan menurutnya, itu modal besar untuk memenangkan Pilkada Mabar 2020.

“DPC PKB Mabar siap mencalonkan kader sendiri menjadi BUPATI di Mabar. PKB memiliki 3 kursi di DPRD Mabar, itu modal PKB  untuk ikut bertarung,” tegas Ril.

Saat ini, jelas Ril, sedang menunggu tahapan dan mekanisme serta arahan partai, baik dari DPW PKB NTT maupun dari DPP.

Dia juga menyampaikan pendaftaran dibuka setelah Muktamar di Bali pada 20 Agustus mendatang.

Penulis: Ronis Natom

Editor: Boni J