Standing Motor. Salah satu peserta dari Nagekeo Otomotif Comunity (NOC) Sedang Memperagakan Aksi Standing Motor saat karnaval memperingati HUT RI ke-74, di Lapangan Berdikari Danga 18 Agustus 2019 Kemarin. (Foto: Patrik Jawa).

Mbay, Vox NTT-Pagelaran Karnaval memperingati HUT RI ke-74 di Kabupaten Nagekeo telah usai.

Dalam pagelaran, Minggu 18 Agustus sejak pukul 13.00–18 Wita itu, memperlihatkan banyak atraksi yang dipertunjukkan oleh berbagai lembaga dan komunitas. Salah satunya, aksi Pemotor dari Nagekeo Otomotif Comunity (NOC).

Dalam pagelaran di lapangan Berdikari Danga, Komunitas yang diketuai oleh Abdul Latif itu mempertunjukkan atraksi berkendara akrobatik dengan mengangkat ban depan (Standing) sepeda motor di tengah kerumunan massa Karnaval.

Silvester Teda Sada, pemandu dan pembawa acara (MC) dalam kegiatan itu menyebut aksi itu adalah aksi yang heroik.

Berbeda dengan Silvester. Anastasia Wona (32), warga yang ikut menyaksikan karnaval itu menilai, atraksi jamping motor memang sangat menarik untuk ditonton. Namun berbahaya bila dilakukan di tengah kerumunan massa.

Lebih berbahayalagi jika dilakukan di depan anak-anak. Pasalnya, menurut Anas, atraksi standing pada motor ini harus dilakukan di area yang luas dan sepi.

Selain alasan keamanan dan keselamatan, dampak lain dari aksi Pemotor NOC juga dapat memberikan contoh buruk bagi anak-anak, hingga bisa memengaruhi pola pikir dan perilaku anak.

Pantauan VoxNtt.com di lokasi kegiatan, pemotor NOC dalam memeragakan aksi standing itu tak dibekali pengaman seperti Helm dan pakaian pelindung.

Sementara itu, hingga saat ini, Abdullah Latif, Ketua komunitas NOC belum bisa terkonfirmasi.

Penulis: Patrik Jawa

Editor: Boni J

alterntif text