Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Aksi Pemotor Saat Karnaval di Nagekeo Dinilai Berbahaya untuk Anak  
Regional NTT

Aksi Pemotor Saat Karnaval di Nagekeo Dinilai Berbahaya untuk Anak  

By Redaksi19 Agustus 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Standing Motor. Salah satu peserta dari Nagekeo Otomotif Comunity (NOC) Sedang Memperagakan Aksi Standing Motor saat karnaval memperingati HUT RI ke-74, di Lapangan Berdikari Danga 18 Agustus 2019 Kemarin. (Foto: Patrik Jawa).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT-Pagelaran Karnaval memperingati HUT RI ke-74 di Kabupaten Nagekeo telah usai.

Dalam pagelaran, Minggu 18 Agustus sejak pukul 13.00–18 Wita itu, memperlihatkan banyak atraksi yang dipertunjukkan oleh berbagai lembaga dan komunitas. Salah satunya, aksi Pemotor dari Nagekeo Otomotif Comunity (NOC).

Dalam pagelaran di lapangan Berdikari Danga, Komunitas yang diketuai oleh Abdul Latif itu mempertunjukkan atraksi berkendara akrobatik dengan mengangkat ban depan (Standing) sepeda motor di tengah kerumunan massa Karnaval.

Silvester Teda Sada, pemandu dan pembawa acara (MC) dalam kegiatan itu menyebut aksi itu adalah aksi yang heroik.

Berbeda dengan Silvester. Anastasia Wona (32), warga yang ikut menyaksikan karnaval itu menilai, atraksi jamping motor memang sangat menarik untuk ditonton. Namun berbahaya bila dilakukan di tengah kerumunan massa.

Lebih berbahayalagi jika dilakukan di depan anak-anak. Pasalnya, menurut Anas, atraksi standing pada motor ini harus dilakukan di area yang luas dan sepi.

Selain alasan keamanan dan keselamatan, dampak lain dari aksi Pemotor NOC juga dapat memberikan contoh buruk bagi anak-anak, hingga bisa memengaruhi pola pikir dan perilaku anak.

Pantauan VoxNtt.com di lokasi kegiatan, pemotor NOC dalam memeragakan aksi standing itu tak dibekali pengaman seperti Helm dan pakaian pelindung.

Sementara itu, hingga saat ini, Abdullah Latif, Ketua komunitas NOC belum bisa terkonfirmasi.

Penulis: Patrik Jawa

Editor: Boni J

Nagekeo
Previous ArticleHery Nabit Tetap Maju Nomor 1 di Pilkada Manggarai
Next Article Tolak Bangun Rabat Beton, Warga Kampung Lemo Matim: Pasir Banyak Tanah

Related Posts

Nyawa Samsia Cora Diduga Direnggut Hoaks Terstruktur dan Berskala Masif

27 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

Pengungsi Gempa Nagekeo Keluhkan Kesenjangan Bantuan, Pemkab Diminta Evaluasi Penanganan

23 Agustus 2026
Terkini

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.