Rektor UNIKA St. Paulus Ruteng Pastor Yohanes S. Boy Lon saat memaparkan materi Sejarah UNIKA di hadapan 677 mahasiswa baru di Aula Missio UNIKA, Senin (26/08/2019). (Foto: A. Nesi)
alterntif text

Ruteng, Vox NTT – Sejarah Universitas Katolik Indonesia (UNIKA)  St. Paulus Ruteng turut dijelaskan saat pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) mahasiswa baru FKIP tahun ajaran 2019/2020.

Materi sejarah UNIKA itu dipaparkan langsung oleh Rektor UNIKA St. Paulus Ruteng Pastor Yohanes S. Boy Lon di hadapan 677 mahasiswa baru di Aula Missio UNIKA, Senin (26/08/2019).

Usai perayaan Ekaristi dan upacara pembukaan resmi PKKMB, Pastor Jhon sapaan akrab Rektor itu, memaparkan sejarah UNIKA St. Paulus Ruteng.

Ia memaparkan empat periode perkembangan sejak didirikannya Kursus Pendidikan Kateketik (KPK) pada 1959 hingga saat ini menjadi UNIKA St. Paulus Ruteng.

Melalui tayangan slide dengan aneka gambar dan animasi yang menarik perhatian para mahasiswa baru, Pastor John menguraikan bahwa UNIKA St. Paulus Ruteng bermula dari lembaga Kursus Pendidikan Kateketik (KPK) yang didirikan pada 1959.

Pada periode pertama ini, kata dia, patut disebut dua nama Misionaris SVD yang selalu harum di lembaga itu sebagai pendiri ialah Mgr. Wilhelmus van Bekkum, SVD dan Pater Yan van Roosmalen, SVD.

“Dalam periode ini, KPK menghasilkan banyak tenaga guru dan aktivis anti PKI,” jelasnya.

Ia menambahkan, pada periode kedua, status KPK ditingkatkan menjadi Akademi Pendidikan Kateketik (APK) tahun 1968.

Pastor John menyampaikan bahwa pada periode ini APK menghasilkan banyak tokoh yang kemudian berkecimpung di pemerintahan, bahkan kepala dinas dan Dirjen Bimas Katolik.

Selanjutnya, periode ketiga,  pada 1986 status APK ditingkatkan menjadi Sekolah Tinggi dengan nama Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Katekis (STKIP) Santu Paulus.

Pada periode ini, antara lain dihasilkan dua akademisi yang sekarang menjadi dosen pada almamater, yakni Dr. Marselus R. Payong, M. Pd., (sekarang Warek II) dan Dr. Fransiska Widyawati, M. Hum (sekarang Warek I).

Dan pada periode keempat, dalam rangka memenuhi kebutuhan dan tuntutan masyarakat serta menyesuaikan diri dengan Peraturan Pemerintah.

Pada tahun 1997 STKIP Santu Paulus Ruteng membuka Jurusan Bahasa dan Seni serta menjalankan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris.

“Para alumni periode ini banyak yang berkecimpung sebagai pakar dan praktisi pendidikan, birokrat, pelaku pariwisata, dan lain-lain,” katanya.

Sejak tahun 2003 STKIP Santu Paulus Ruteng menyelenggarakan program studi PGSD jenjang Program Diploma II (D-II) dan Sarjana (S-I).

Program PGSD D-II dijalankan berdasarkan ijin dari DEPDIKNAS melalui Dirjen DIKTI dengan surat izin nomor: 1253/D/T/2003, tanggal 20 Juni 2003.

Sementara program PGSD S-I dilaksanakan berdasarkan izin DEPDIKNAS melalui Dirjen DIKTI dengan SK No.1950/D/T/2007 tanggal 19 Juli 2007.

Pada tahun 2013, STKIP Santu Paulus Ruteng membuka Prodi  PG-PAUD dan Prodi PBSI.

Selain itu, pada periode ini juga Yayasan Santu Paulus Ruteng membuka STIKES Santu Paulus dengan dua Prodi, yakni Kebidanan dan Keperawatan.

Pada tahun 2019 ini, STKIP Santu Paulus dan STIKES Santu Paulus dilebur menjadi satu Univeristas, yakni Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng dengan SK Menristekdikti RI tertanggal 20 Mei 2019.

Peresmian dan penandatanganan prasasti dilakukan oleh Menristekdikti RI, Mohamad Nasir,  pada 26 Mei 2019 di Gedung Utama UNIKA Santu Paulus Ruteng.

Semua Prodi pendidikan dan keguruan berada pada naungan FKIP. Sedangkan dua Prodi dari STIKES menjadi Fakultas Kesehatan.

Sementara itu, mulai TA 2019/2020, UNIKA Santu Paulus Ruteng juga membuka satu fakultas baru, yakni Fakultas Pertanian yang membawahi dua Prodi baru.

Penulis: Pepy Kurniawan
Editor: Ardy Abba