Salah seorang pengunjung saat pose di Pantai Motadikin

Betun, Vox NTT- Wajah Pantai Motadikin tampak semakin menawan. Komunitas Lafaek Malaka mulai menata pantai yang terletak  di Desa Fahiluka, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) itu menjadi tempat wisata foto selfie paling menakjubkan.

Terpantau pada Minggu (01/09/2019), komunitas yang merupakan aliansi pemudi dan pemudi Malaka itu menata beberapa spot foto selfie di kawasan Pantai Motadikin.

Mereka menata  mulai dari pintu gerbang dengan beragam corak dan tulisan di pinggir pantai sampai pada membuat lambang hati. Kreativitas itu dilakukan agar Pantai Motadikin semakin didatangi sang pemburu keunikan alam.

Pengunjung pose di Pantai Motadikin pada malam hari

Pantai ini berjarak sekira 15 kilometer dari Betun, ibu kota Kabupaten Malaka dan hanya sekitar 15 menit dengan kendaraan.

Akses menuju Pantai Motadikin tidaklah sulit karena bisa dilalui semua jenis kendaraan. Sekitar 10 kilometer jalan sudah aspal hotmix. Sedangkan 5 kilometer masuk ke pantai belum beraspal.

Di sana, Anda dengan bebas menikmati panorama pantai yang lengkap dengan deburan ombaknya yang khas.

Ditambah lagi, komunitas Lafaek Malaka sudah merancang beberapa spot foto selfie yang tentu saja menambah sensasi kunjungan Anda.

Salah satu spot foto hasil kreativitas Lafaek Malaka di Pantai Motadikin

“Kami mengucapkan limpah terima kasih kepada Pemda Malaka, khususnya Dinas Pariwisata, yang telah mendukung kami dengan memberikan tempat untuk komunitas Lafaek Malaka dalam berkarya. Semua ini kami lakukan untuk menumbuhkan daya kreatif anak muda, dengan tujuan memperkenalkan tempat wisata kita yang indah Ini,” ujar Fabi Lau, salah satu anggota komunitas Lafaek Malaka.

Fabi meminta dukungan dari berbagai pihak untuk saling mendukung dan menjaga keindahan Pantai Motadikin.

Diharapkan pula agar spot-spot foto selfie yang telah dirancang komunitas Lafaek Malaka tetap dijaga secara bersama-sama.

Untuk diketahui, Komunitas Lafaek Malaka terbentuk tahun 2017. Untuk sementara anggotanya berjumlah  65 orang dari pemuda dan pemudi, serta ada yang sudah berkeluarga.

Penulis: Frido Raebesi
Editor: Ardy Abba

alterntif text