Kondisi Lapen yang rusak parah di Segmen Copang Cibal - Malip Nanu. Foto diambil, Senin (16/09/2019)
alterntif text

Ruteng, Vox NTT – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Cabang Manggarai rencananya akan melaporkan kontraktor ke Polres Manggarai.

Laporan itu berkaitkan dengan pengerjaan jalan lapisan penetrasi makadam (lapen)  di Segmen Compang Cibal – Nanu Malip, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai. GMNI menilai proyek tersebut  tidak berkulitas.

Pasalnya, ruas jalan yang baru saja dibangun pada akhir tahun 2018 lalu itu, kini sudah mengalami kerusakan yang cukup parah.

Ketua GMNI Manggarai  Rikardus Joman mengaku, selama ini pihaknya banyak mendengarkan keluhan warga terkait kualitas jalan tersebut.

Ia menilai kontraktor dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Manggarai tidak serius dalam memperbaiki ruas jalan Compang Cibal – Nanu Malip.

Menurut dia, ruas jalan tersebut sudah tiga kali diperbaiki, namun tetap tidak bertahan lama dan kembali rusak parah.

“Bagaimana bisa bertahan lama kalau perbaiknya asal jadi,  sepertinya mereka tidak serius perbaiki rusas jalan itu sehingga tidak bertahan lama,” ujar Rikardur kepada VoxNtt.com,  Senin (16/09/2019).

Ia mengatakan, pihaknya telah mengecek langsung kondisi jalan Compang Cibal – Nanu Malip beberapa waktu lalu, setelah mendapat laporan dari masyarakat.

“Kami sudah cek ke lokasi,  memang banyak titik yang rusak parah.  Menurut pengakuan warga diduga karena banyak kekurangan material saat pengerjaan awal, sehingga kualitasnya buruk,” ujar Rikardus.

Ia menegaskan, apabila kerusakan jalan tersebut tak kunjung diperbaiki, maka pihaknya akan melaporkan kontraktor dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)  ke pihak berwajib.

Selain itu,  ia juga meminta apabila diperbaiki agar dikerjakan dengan baik supaya bisa bertahan lama.

Kondisi Lapen yang rusak parah di Segmen Copang Cibal – Malip Nanu. Foto diambil, Senin (16/09/2019)

“Harus segera diperbaiki sebelum habis masa pemeliharaan,  kalau tidak nanti kami akan laporkan kepada pihak berwajib supaya sama-sama turun ke lokasi untuk mengecak langsung kondisinya,” tegasnya.

“Saya juga minta kepada Dinas PU agar sesegera mungkin perintahkan kontraktor untuk lakukan perbaikan dan harus diawasi dengan baik supaya tidak lagi kerja asal jadi,” tambahnya lagi.

Untuk diketahui, pembangunan Lapen di Segmen Compang Cibal – Malip Nanu tersebut dikerjakan oleh CV Wae Ces Murni pada akhir tahun 2018 lalu. Proyek itu menghabiskan anggaran sebesar Rp 539.334.000.

Penulis: Pepy Kurniawan
Editor: Ardy Abba