Warga di Kampung Konggang Desa Nuca Molas terpaksa rela mengantre hingga tengah malam demi mendapatkan air (Foto: Pepy Kurniawan/ Vox NTT)
alterntif text

Ruteng,  Vox NTT – Musim kemarau panjang sejak bulan April sampai sekarang,  membawa petaka bagi warga Pulau Mules, Desa Nuca Molas, Kecamatan Satarmese Barat, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hingga kini, desa dengan total penduduk 1.543 jiwa  itu mengalami krisis air bersih. Di Dusun Konggang misalnya, warga terpaksa harus mengantre di sebuah sumur sejak sore hingga subuh, bahkan pagi hari demi mendapatkan air bersih.

Sejak awal musim kemarau warga di dusun ini sudah mengalami kekurangan air minum bersih.

Untuk memenuhi kebutuhan air minum bersih, warga hanya mengandalkan empat buah sumur.

Namun karena musim kemarau, hari demi hari volume air pada beberapa sumur tersebut semakin berkurang.

Bahkan, saat ini hanya ada satu buah sumur yang bisa digunakan untuk menimba air minum. Sementara tiga lainnya sudah kering.

Akibatnya, sebagian warga harus rela tidur di sekitar sumur untuk mengatre agar bisa menimba air. Kendati memang hanya mendapatkan air keruh.

Masalah ini pun kian akut. Terkadang warga Dusun Konggang sering berucap keluh.

“Ini satu-satunya sumur yang masih ada air di dalamnya. Selama 24 jam pasti ada warga di sini menimba air,  ada yang sampai tidur di sini. Untuk menimba air kami harus antre,” ungkap salah seorang warga, Januddin kepada VoxNtt.com, Selasa (15/10/2019).

Warga di Kampung Konggang sedang mengantre di sebuah sumur pada siang hari (Foto: Pepy Kurniawan/ Vox NTT)

Mereka seolah sudah biasa dengan krisis air itu. Sebab setiap kali musim kemarau, situasi tersebut kerap dirasakan warga.

“Setiap musim kemarau,  kami selalu mengalami hal seperti ini,  tapi tahun ini paling parah,” kata Januddin.

Hampir Seluruh Pulau Gersang

Penelusuran VoxNtt.com,  Selasa (15/10/2019), mulai dari Dusun Konggang sampai jarak kurang lebih 5 Km ke tengah padang tampak gersang.

Rumput dan pohon tidak lagi tumbuh dengan baik.  Semuanya layu dan sudah mati. Warnanya bukan lagi hijau melainkan merah kecoklatan.

Bukit-bukit yang ada di sekitar pemukiman warga dan sepanjang Pulau Mules tampak gersang. Hanya menyisakan batu dan tanah. Tak ada tumbuhan lagi.

Bahkan padang yang sebelumnya menjadi ladang ternak karena rumputnya bertumbuh subur, kini kodisinya sudah gersang.

Hanya pohon – pohon besar yang tersisa, namun daunnya sudah mulai layu.

108 Ekor Ternak Sapi Mati Mengenaskan

Kemarau panjang ini bukan hanya berdampak pada krisis air bagi warga, tetapi terhitung sudah 108 ekor ternak sapi di Desa Nuca Molas mati mengenaskan.

Karena tidak pernah turun hujan,  rumput yang menjadi makanan pokok ternak sapi kini sudah mati.

Parahnya daging sapi tersebut tidak lagi dikonsumsi warga. Mereka terpaksa membakar hangus bangkai sapi untuk menghilangkan bau busuk.

Kepala Desa Nuca Molas, Burhima mengungkapkan hasil pemeriksaan dari Dinas Peternakan Kabupaten Manggarai menunjukkan situasi tersebut merupakan bencana.

Bangkai sapi yang mati di Pulau Mules karena dilanda kekeringan

Sebab,  kematian 108 ternak sapi disebabkan kekurangan makanan dan air, bukan karena wabah penyakit.

Jumlah itu kata dia, kemungkinan besar bisa bertambah lagi setelah mendapatkan laporan dari  dusun lainnya yakni Labuan Taur Desa Nuca Molas.

“Laporan sementara dari Dusun Konggang ini sebanyak 108 ekor sapi yang mati, kemarin itu baru 44 ekor. Tapi saya belum dapat laporan dari Dusun Labuan Taur, yang pasti banyak juga nanti,” ungkapnya.

Menurut Burhima,  total kerugian masyarakat Desa Nuca Molas akibat ternak sapi mereka mati sekitar Rp 1 Miliar.

Butuh Bantuan Pemerintah

Kades Burhima berharap agar musibah yang dialami oleh masyarakat Desa Nuca Molas mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Manggarai.

Bantuan itu, baik untuk pengadaan air minum bersih maupun bantuan kesehatan dari dinas terkait untuk masyarakat Desa Nuca Molas.

“Harapan kami perlu ada perhatian untuk Desa Nuca Molas terutama persoalan air bersih dan kalau bisa lakukan pemeriksaan kesehatan massal untuk warga di sini,” pintanya.

Saat bersamaan, salah satu Anggota DPRD Manggarai Thomas Edison Rihi mengatakan, persoalan yang dialami oleh warga Desa Nuca Molas sudah dikategorikan sebagai bencana.

Sebab itu, menurut dia harus ada perhatian dari pemerintah untuk membantu masyarakat.

Bantuan tersebut, baik untuk air minum bersih,  pemeriksaan kesehatan massal maupun bantuan dari dinas peternakan.

Baca Juga: Akibat Kemarau Panjang, Puluhan Sapi di Pulau Mules Mati

“Tadi saya sudah sampaikan laporan kepada dinas terkait untuk meminta mereka memberikan perhatian secepatnya kepada masyarakat di sini (Desa Nuca Molas),” ungkapnya.

Penulis: Pepy Kurniawan
Editor: Ardy Abba

alterntif text