Fuel Terminal Manajer Reo, Wiyono (Foto: Ardy Abba/ Vox NTT)
alterntif text

Ruteng, Vox NTT- Beberapa hari belakangan ini, stok BBM jenis Biosolar di berbagai SPBU di Kota Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur tersendat.

Beberapa pemilik kendaraan yang mengunakan BBM jenis Biosolar pun mengeluh. Keluhan mereka terutama karena terjadi kelangkaan Biosolar

Merespon kondisi tersebut, Fuel Terminal Manajer Reo Wiyono menyatakan, pihaknya selalu berkoordinasi dengan ritel dan pengatur suplai BBM agar kekurangan Biosolar di Pertamina Fuel Terminal Reo bisa normal kembali. Sehingga permintaan dari konsumen segera dipenuhi.

“Saat ini sedang dilakukan upaya-upaya agar suplai BBM jenis Biosolar normal kembali. Sehingga mengenai kekurangan di lapangan dapat kita atasi,” kata Wiyono kepada sejumlah awak media di ruang kerjanya, Jumat (22/11/2019).

Ia menambahkan, kelangkaan terjadi bukan karena tidak ada suplai BBM. Namun terkadang, kata dia, situasi itu terjadi karena keterlambatan pengiriman.

“Jadi bukan berarti tidak ada suplai, tapi karena jarak kita dengan SPBU di Ruteng yang hanya 60 kilo (KM) tapi waktu tempuhnya kurang lebih tiga jam,” tandasnya.

Apalagi saat mendistribusikan BBM ke Manggarai Timur (Mabar) dan Manggarai Barat (Mabar). Menurut Wiyono, pendistribusian BBM dari Pertamina FT Reo menuju Mabar bisa menghabiskan waktu tempuh kurang lebih 8 – 10 jam.

“Jadi seakan-akan kosong, (padahal) kita sudah bergerak dari sini, dari Reo,” sambungnya.

Selain itu, kondisi jalan yang dilalui mobil tangki BBM menuju titik-titik SPBU dianggap Wiyono sebagai bagian kecil yang berisiko akan menambah jumlah waktu tempuh. Sehingga pendistribusian BBM pun terkadang terlambat.

Ia berharap agar akses jalan jalur utara dari Reo ke Labuan Bajo bisa segera terselesaikan dengan cepat agar dapat memangkas waktu perjalanan hingga 4 jam yang sebelumnya 8-10 jam.

Sehingga kebutuhan BBM di wilayah Manggarai, Mabar, dan Matim dapat terdistribusikan dengan baik.

“Tapi kami di Pertamina FT Reo selalu berkoordinasi dengan Sales Branch Marketing area NTT untuk pengaturan pengiriman BBM agar tidak terjadi kelangkaan,” terang Wiyono.

Penulis: Ardy Abba

alterntif text