Salah satu rumah warga di Cubu, Desa Lenda, Kecamatan Cibal Barat yang terancam longsor usai pelebaran jalan. Foto diambil Selasa (07/01/2019) (Foto: Pepy Kurniawan/ Vox NTT)
alterntif text

Ruteng,  Vox NTT – Usai pelebaran jalan Segmen Rampasasa – Compang Cibal,  rumah warga di Cubu, Desa Lenda, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai terancam longsor. 

Salah satu warga Gabriel Ganor, mengaku pelebaran tersebut tanpa melalui sosialisasi dan kesepakatan dengan masyarakat.

“Kami tidak tahu sebelumnya,  tiba-tiba saat itu langsung digusur saja,” ungkapnya kepada VoxNtt.com saat ditemui di rumahnya,  Selasa (07/01/2020).

Ia juga mengkritisi pelebaran yang dilakukan saat musim hujan, karena berpotensi terjadi longsor.

Selain itu,  pelebaran hanya dilakukan di pemukiman warga yakni Kampung Kawak, Cubu dan Meni.

“Kami tidak melarang adanya pelebaran,  tapi setidaknya hargai kami sebagai masyarakat kecil, itu memang untuk kepentingan umum tapi jangan mengesampingkan hak kami sebagai pemilik tanah. Bicarakan baik-baik terlebih khusus tentang waktu pelebaran, apalagi setelah digusur dibiarkan saja tanpa membangun tembok penahan tanah,” ujarnya.

Gabriel berharap agar Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Dinas PUPR untuk segera memperhatikan ruas jalan tersebut.

“Saya berharap agar pemerintah memperhatikan nasib kami,  karena kalau tidak ditanggapi rumah kami pasti terbawa longsor,  kami mau tinggal dimana lagi? Apalagi ini musim hujan,  bukan tidak mungkin akan terjadi longsor yang lebih besar lagi,” katanya.

Untuk diketahui, pelebaran jalan tersebut merupakan proyek swakelola yang dikerjakan langsung oleh Dinas PUPR Kabupaten Manggarai.

Penggusuran unthuk pelebaran mulai dilakukan awal Desember 2019, namun hingga kini belum ada tanda-tanda melanjutkan pembangunan.

Terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen program/kegiatan pembukaan/pelebaran jalan (swakelola) bidang bina marga Dinas PUPR Manggarai Yohanes Don Bosko berjanji akan melanjutkan peningkatan ruas jalan tersebut. Namun belum dipastikan waktunya.

Selain itu,  rumah warga yang rawan longsor akibat pelebaran jalan, Dinas PUPR Manggarai kata dia, akan membangun Tembok Penahan Tanah (TPT).

“Kami sudah pikirkan itu,  yang pasti rumah-rumah yang kena dampak pelebaran,  nanti kami akan bangun tembok penahan agar tidak mudah longsor. Kami tidak membiarkan begitu saja” ungkapnya kepada VoxNtt.com melalui saluran telepon,  Rabu (08/01/2020).

Penulis: Pepy Kurniawan
Editor: Ardy Abba