Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Usai Pelebaran Jalan, Rumah Warga di Cibal Barat Terancam Longsor
Regional NTT

Usai Pelebaran Jalan, Rumah Warga di Cibal Barat Terancam Longsor

By Redaksi8 Januari 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Salah satu rumah warga di Cubu, Desa Lenda, Kecamatan Cibal Barat yang terancam longsor usai pelebaran jalan. Foto diambil Selasa (07/01/2019) (Foto: Pepy Kurniawan/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng,  Vox NTT – Usai pelebaran jalan Segmen Rampasasa – Compang Cibal,  rumah warga di Cubu, Desa Lenda, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai terancam longsor. 

Salah satu warga Gabriel Ganor, mengaku pelebaran tersebut tanpa melalui sosialisasi dan kesepakatan dengan masyarakat.

“Kami tidak tahu sebelumnya,  tiba-tiba saat itu langsung digusur saja,” ungkapnya kepada VoxNtt.com saat ditemui di rumahnya,  Selasa (07/01/2020).

Ia juga mengkritisi pelebaran yang dilakukan saat musim hujan, karena berpotensi terjadi longsor.

Selain itu,  pelebaran hanya dilakukan di pemukiman warga yakni Kampung Kawak, Cubu dan Meni.

“Kami tidak melarang adanya pelebaran,  tapi setidaknya hargai kami sebagai masyarakat kecil, itu memang untuk kepentingan umum tapi jangan mengesampingkan hak kami sebagai pemilik tanah. Bicarakan baik-baik terlebih khusus tentang waktu pelebaran, apalagi setelah digusur dibiarkan saja tanpa membangun tembok penahan tanah,” ujarnya.

Gabriel berharap agar Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Dinas PUPR untuk segera memperhatikan ruas jalan tersebut.

“Saya berharap agar pemerintah memperhatikan nasib kami,  karena kalau tidak ditanggapi rumah kami pasti terbawa longsor,  kami mau tinggal dimana lagi? Apalagi ini musim hujan,  bukan tidak mungkin akan terjadi longsor yang lebih besar lagi,” katanya.

Untuk diketahui, pelebaran jalan tersebut merupakan proyek swakelola yang dikerjakan langsung oleh Dinas PUPR Kabupaten Manggarai.

Penggusuran unthuk pelebaran mulai dilakukan awal Desember 2019, namun hingga kini belum ada tanda-tanda melanjutkan pembangunan.

Terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen program/kegiatan pembukaan/pelebaran jalan (swakelola) bidang bina marga Dinas PUPR Manggarai Yohanes Don Bosko berjanji akan melanjutkan peningkatan ruas jalan tersebut. Namun belum dipastikan waktunya.

Selain itu,  rumah warga yang rawan longsor akibat pelebaran jalan, Dinas PUPR Manggarai kata dia, akan membangun Tembok Penahan Tanah (TPT).

“Kami sudah pikirkan itu,  yang pasti rumah-rumah yang kena dampak pelebaran,  nanti kami akan bangun tembok penahan agar tidak mudah longsor. Kami tidak membiarkan begitu saja” ungkapnya kepada VoxNtt.com melalui saluran telepon,  Rabu (08/01/2020).

Penulis: Pepy Kurniawan
Editor: Ardy Abba

Dinas PUPR Manggarai Manggarai
Previous ArticlePembangunan Patung Marilonga di Ende Jadi Polemik, Ini Penjelasan PPK
Next Article Pelelangan Supplier Bahan Makanan di Rutan Kefamenanu Dinilai Tidak Transparan

Related Posts

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026

Pater Gabriel Meo Rayakan 40 Tahun Imamat, Umat dan Pemerintah Hadiri Misa Syukur di Kererobbo

9 Juli 2026

Musda IV Partai Golkar Nagekeo, Jalan Mulus untuk Robby Tulus

5 Juli 2026
Terkini

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.