Kepala UPTD Puskesmas Colol, Maria Gorety Valensia Edel
alterntif text

Colol, Vox NTT- Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Colol, Kecamatan Poco Ranaka Timur, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) sudah melakukan sosialisasi kewaspadaan terhadap wabah virus corona di berbagai desa.

Kepala UPTD Puskesmas Colol, Maria Gorety Valensia Edel mengaku, aksi sosialisasi tersebut dimulai sejak 17 Maret 2020 lalu.

Kegiatan ini, kata Maria, dilakukan sehari setelah ada surat Dinas Kesahatan Kabupaten Matim dalam rangka pengendalian penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19), tertanggal 16 Maret 2020. Surat bernomor: P2P.442/Dinkes/273/III/2020.

Menurut dia, surat dari Dinkes Matim tersebut dibuat dalam rangka implementasi langkah antisipatif penanganan penyebaran Covid-19.

“Langkah yang diterapkan adalah Pukesmas Keliling (Pusling) telah melakukan sosialisasi di setiap  desa wilayah kerja  UPTD Puskesmas Colol. Dan itu kami sudah lakukan semenjak tanggal 17 Maret 2020 lalu, usai menerima surat dari Dinas Kesehatan Matim,” terang Maria kepada VoxNtt.com, Senin (23/03/2020) malam.

Ia mengaku surat dari Dinkes Matim juga sudah ditunjukan kepada para kepala desa di wilayah tugas UPTD Puskesmas Colol. Penujukan itu dilakukan saat petugas kesehatan melakukan sosialisasi ke setiap desa.

Tak hanya itu, menurut Maria, UPTD Puskesmas Colol sudah mengeluarkan surat penegasan dan kewaspadaan dini penyebaran Covid-19 kepada setiap kepala desa.

Langkah-langkah yang diterapkan UPTD Puskesmas Colol, lanjut dia, antara lain:

Pertama, setiap warga yang baru pulang dari daerah terjangkit Covid-19, misalnya dari luar negeri atau dalam negeri seperti Bali, Jawa, Sulawesi dan Kalimantan yang dikategorikan sebagai Orang Dalam Pemantaun (ODP), untuk dipantau kesehatannya.

“Tidak boleh melakukan aktivitas  di luar rumah harus self isolation, selama 14 hari,” tegas Maria.

Kedua, menyediakan akses sarana cuci tangan dengan menggunakan sabun atau hand sanitizer.

Ketiga, segera lapor ke Puskesmas/Pustu/Poskesdes/Polindes bila menemukan orang mengalami deman, batuk, nyeri tenggorokan, dan sesak napas.

Maria menambahkan, setiap keluarga atau tamu yang ada riwayat pulang dari daerah terjangkit Covid-19 segera melapor ke Kades atau fasilitas kesehatan (faskes) setempat.

“Saya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan yang mengumpulkan massa, hindari kegiatan ke tempat ramai seperti pesta dan sebagainya,” ucap Maria.

KR: L. Jehatu
Editor: Ardy Abba