Ilustrasi virus Corona (Foto: Istimewa)
alterntif text

Borong, Vox NTT-Tim penanganan Covid-19 Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur (Matim) bakal mengunjungi Paulus Arman warga Kampung Lopa, Desa Golo Leda, Kecamatan Borong.

Demikian disampaikan Regina Malon salah satu anggota tim penanganan Covid-19 saat dihubungi VoxNtt.com melalui pesan WhatsApp, Selasa (31/03/2020).

“Baik kami mau turun bersama tim puskesmas setempat. Maksih infonya,” ujar Regina.

Ia menjelaskan, pihaknya masih melakukan koordinasi terkait kendaraan. Hal itu dikarenakan beberapa kedaraan tengah melakukan kegiatan penanganan virus corona di sejumlah lokasi.

Paulus yang baru tiba dari Malaysia pada Rabu 25 Maret 2020 lalu, kini masih berada di kebun, mengisolasi diri sesuai protokol penanganan Covid-19.

Saat disambangi VoxNtt.com, Minggu (29/3/2020), rumah Paulus tampak sepi. Pintu dan jendela terkunci. Hanya ada beberapa helai pakaian yang dijemur di samping rumah.

Baca: Satu Warganya Baru Tiba dari Malaysia, Kades Golo Leda Matim: Kami Seperti Didatangi Setan

Tetangga Paulus berucap seluruh anggota keluarga Paulus sedang berada di kebun.

Landing toe manga tanda mai cee hia. Mai le gula ko mai le wie ga toe manga bae lami. (Hanya tidak menentu dia datang ke sini. Datang pagi atau malam kami juga tidak tahu),” ujar Klara Nas saat ditemui di kediamannya.

Ia mengatakan, para warga takut untuk bertemu dengan Paulus dan keluarga ketika mendatangi kampung itu. Kendati belum diketahui secara pasti apakah Paulus termasuk warga yang ODP (Orang Dalam Pemantauan) Covid-19 atau tidak.

Ami rantang, tutup pintu eme mai cee hia. Hia agu anak toe pernah lejong agu ami. (Kami takut, tutup pintu kalau dia datang ke sini. Dia dengan anak tidak pernah berdialog dengan kami),” tukasnya.

Selama berada di kebun jelas Klara, Paulus ditemani sang istri dan anak-anaknya. Tetapi itu hanya pada siang hari. Ketika malam tiba Paulus tidur seorang diri di kebun.

Ca wie kat hia toko cee, hitu pas hia cai. Diang ga toko one uma hia. Ami rantang eme mai cee ise. Toe ma ruis kole ami agu ise. (Dia hanya semalam tidur di sini, itu pun ketika dia sampai. Keesokannya dia tidur di kebun. Kami takut kalau mereka datang ke sini. Kami tidak dekati mereka),” ucapnya.

Klara pun berharap agar pemerintah melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk mendatangi dan mengecek secara langsung kesehatan Paulus.

Kepala Desa Golo Leda Martinus Jenama menuturkan, sejak tiba di kampung itu dirinya sudah mengimbau kepada masyarakat untuk menjauhi Paulus.

“Dia tiba di sini pada hari Rabu dan saat itu kami sudah sampaikan ke dia untuk tidak melakukan kontak langsung dengan warga setempat,” ujar Martinus saat ditemui VoxNtt.com di Lopa, Minggu (29/03/2020).

Pemerintah setempat juga, jelas Martinus, sudah menyampaikan imbauan melalui surat yang ditempel di setiap rumah warga da tempat-tempat ramai.

“Kita minta supaya menjauh dari orang yang baru datang. Kita minta mereka untuk isolasi diri, dan masyarakat sangat antusias dengan himbauan kami,” ucapnya.

Saat tiba di Lopa kata dia, Paulus sempat mengundang anggota keluarga untuk berkumpul di rumahnya.

“Memang dia pergi undang untuk kumpul keluarga tapi tidak jadi. Rupanya keluarga menolak. Bahkan ada titipan dari Malaysia hampir ditolak,” ujarnya.

Paulus, jelas Martinus, melakukan isolasi diri setelah mengetahui ada pengumuman dari pemerintah desa.

“Memang dia tahu aturan. Begitu dia baca itu pengumuman paginya dia langsung ke kebun. Waktu itu kami tanya dia apakah sudah pernah cek di Borong. Dia bilang di Borong belum lengkap alatnya,” ucapnya.

“Jujur pa kami kampung Lopa seperti didatangi setan. Bahkan orang pergi ke kebun mereka lewat jalur lain,” tambahnya.

Baca:

Soal Pernyataan Kades Golo Leda, Psikolog: Itu Karena Kepanikan Sosial

Ia pun berharap tim yang menangani Covid-19 bisa mendatangi kampung tersebut agar memberikan penjelasan kepada masyarakat apakah Paulus merupakan ODP virus corona atau tidak.

Baca: Hantu Itu adalah Virus, BUKAN Paulus

Hal itu dilakukan agar Paulus bersama keluarga tidak merasa dikucilkan. masyarakat di kampung itu pun bisa hidup aman dan kembali beraktivitas seperti biasa.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba