Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Jelang Pemilu 2019, PMII Serahkan Kajian Empiris ke KPU NTT
NTT NEWS

Jelang Pemilu 2019, PMII Serahkan Kajian Empiris ke KPU NTT

By Redaksi19 September 20183 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua Umum PMII Kupang, Ibrahim Hasnu saat menyerahan secara simbolik kajian empiris kepada Kabag Bidang Umum Logistik dan Keuangan KPU NTT Mulyadi, Senin 17 September 2018 (Foto: Dok. PMII Kupang)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Menjelang pemilihan legislatif dan presiden 2019, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kupang menggelar dialog dan menyerahkan kajian empiris ke KPU Provinsi NTT, Senin (17/9/2018).

Kedatangan aktivis PMII Kupang itu diterima oleh Kepala Bagian Umum, Logistik dan Keuangan KPU Provinsi NTT, Mulyadi

Ketua Umum PMII Kupang, Hasnu Ibrahim menyampaikan, pihaknya hadir Senin, 17 September 2018 merupakan bentuk keseriusan dan turut mengambil bagian dalam melihat dinamika yang berkembang, baik skala regional NTT maupun Nasional.

Dia mengatakan, KPU merupakan lembaga Negara yang transparansi dan independent sesuai visi misi.

“Menjadi penyelenggara pemilihan umum yang mandiri, profesional, dan berintegritas untuk terwujudnya Pemilu yang Luber dan Jurdil,” kata Hasnu.

Namun demikian kata dia, dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi KPU sangat membutuhkan masukan konstruktif dari semua kalangan.

Itu juga termasuk PMII Kupang sebagai elemen muda bangsa Indonesia harus memberikan kontribusi riil, demi kemaslahatan pemilihan umum di NTT.

“Gambaran di atas merupakan agenda sekaligus konsen dan konsentrasi eksistensi dan esensi PMII Cabang Kupang yang bergerak di kawasan Timur Indonesia, tentu kinerja KPU Provinsi NTT selama ini, PMII Kupang menilai patut diapresiasi oleh semua kalangan,” kata Hasnu.

Dikatatakan, praktik demokrasi di NTT khususnya dan Indonesia pada umumnya, mengalami kemunduran dan pencacatan.

“Dinamika yang berkembang di sekitar lingkungan kita mulai memainkan perannya dengan cara-cara kasar dan tidak terhormat untuk menunjukkan amanat demokrasi secara baik dan sehat. Katakanlah akhir-akhir ini banyak gerakan yang mencederai demokrasi dengan memainkan politik uang dan melontarkan isu-isu SARA. Sungguh PMII menilai demokrasi di negeri ini masih tersandera oleh kehausan kekuasaan, sekiranya NTT tidak mengikuti jejak demokrasi yang buruk tersebut,” ujar dia.

Hasnu menegaskan, sangat jelas amanat PKPU Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pedoman Anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD kab/Kota dikatakan bahwa “partai politik dilarang mengikutsertakan caleg eks-napi, bandar narkoba, kejahatan seksual terhadap anak dan praktik korupsi, kolusi dan nepotisme yang merugikan Negara dan rakyat Indonesia”.

Sebagai kelanjutan dari pedoman itu kata dia, KPU menjabarkan sebagai persyaratan pengajuan bakal calon. Pimpinan parpol menandatangani dan melaksanakan pakta integritas yakni :

Pertama, menyatakan bakal calon yang diajukan bukan mantan terpidana tersebut berdasarkan kasus yang tidak mencerminkan tipe kepemimpinan bangsa Indonesia.

Kedua, apabila melanggar, bersedia dikenakan sanksi pembatalan. KPU mencoret atas caleg eks-napi korupsi yang diajukan oleh parpol.

“Namun ironisnya, beberapa parpol yang tidak menerima keputusan KPU ternyata kemudian mengajukan sengketa ke Bawaslu setempat dan hasil putusan Bawaslu pada pokoknya meloloskan caleg eks-napi korupsi masuk kembali menjadi caleg dalam pemilu,” imbuhnya.

“Kejadian di atas merupakan suatu kejadian dan permainan kasar yang dekat dengan kekuasaan, sehingga KPU dinyatakan lemah dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi. Kejadian yang PMII sebutkan diatas merupakan fakta yang benar-benar ada dan telah terjadi di beberapa provinsi di Indonesia,” sambung Hasnu.

Sejauh ini PMII Kupang telah memonitor terkait kinerja baik KPU NTT untuk menjalankan tugas secara efektif dan efisien.

PMII Kupang telah menyampaikan sikap dan dukungan terhadap KPU provinsi NTT.

Sementara itu, Mulyadi menyampaikan permohonan maaf kepada PMII kupang, karena pada hari itu ketua KPU provinsi NTT Maryanti Luturmas Adoe sedang melaksanakan tugas di Jakarta.

“Sehingga, untuk kepastian dari apa yang mejadi kajian dan keinginan adik-adik PMII belum bisa kami sampaikan. Karena yang berwajib untuk memberikan informasi terkait lembaga ini bidang Komisioner. Untuk melanjutkan hasil diskusi pada hari ini adik-adik PMII silakan datang kembali pada tanggal 20 September 2018 dan akan kami prioritaskan,” katanya.

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

Kota Kupang
Previous ArticleDPD Gempa Wilayah Timor dan Rote Resmi Dilantik
Next Article Sudah Lima Bulan, 21 Guru THL di Matim Belum Terima Gaji

Related Posts

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026
Terkini

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.