Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Varietas Unggul Secara Nasional, Ubi Nuabosi Malah Merosot
HEADLINE

Varietas Unggul Secara Nasional, Ubi Nuabosi Malah Merosot

By Redaksi15 Maret 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Ubi Nuabosi yang terkenal paling lezat di Provinsi Nusa Tenggara Timur menjadi icon makanan asal Kabupaten Ende-Flores. Keberadaan ubi nuabosi yang dalam bahasa Ende disebut “uwi ai nuabosi” berasal dari dataran Ndetundora-Nuabosi, Kecamatan Ende.

Ubi yang pernah dicicipi oleh Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono ini justru tidak berkembang setelah ditetapkan varietas nasional dua tahun silam.

Masyarakat Ndetundora memilih menanam tanaman produktif lainnya dibandingkan menanam ubi Nuabosi yang tidak membawa keuntungan secara signifikan.

Warga Ndetundora, Aloysius Pala mengaku masyarakat Nuabosi lebih konsen mengembangkan tanaman komoditi seperti cengkeh, kakao, vanili serta beberapa tanaman produktif lainnya.

Sementara tanaman ubi Nuabosi kurang dikembangkan oleh masyarakat setempat sebab keuntungan sangat kecil.

“Keuntungan lebih besar tanaman komoditi. Kalau ubi setahun sekali panen tapi itu tidak membawa keuntungan yang besar,” kata Pala saat ditemui di Nuabosi tidak lama ini.

Dia mengklaim cita rasa ubi jenis lain tidak sebanding dengan kelezatan yang dimiliki ubi nuabosi.

Kelezatan ubi nuabosi, Kata Pala, terdapat pada ubi jenis varietas terigu, toko rheko dan varietas tana ai. Sebab, urat dan serat ubinya lebih sedikit dibandingkan dengan jenis ubi lainnya.

“Memang kalau soal rasa tidak sama dengan ubi nuabosi. Kalau makan rasa garing dan lengket,” ujar dia.

Hal senada dituturkan Vensensius Mbera, saat ditemui di kampung Nuabosi. Pasalnya, rasa ubi nuabosi sudah diakui oleh semua orang yang pernah mencicipi.

“Banyak orang yang mengakui kalau ubi ini enak. Banyak orang jawa yang langsung datang dan makan disini,” kata Mbera.

Meski demikian, lanjut dia, masyarakat enggan mengembangkan ubi yang sudah terkenal tersebut.

Selain tidak menguntungkan, keterbatasan akses pasar yang membuat masyarakat setempat menurun membudidayakan.

“Pemasaran kita terbatas, palingan hanya dipasar Ende, Wolowona dan beberapa pasar sekitar disini. Pasar keluar sesekali saja,” kata dia.

Ia mengaku masyarakat sedikit demi sedikit mengembangkan tanaman perkebunan komoditi. Sebab, penghasilan lebih menjanjikan dibandingan dengan ubi Nuabosi.**(Ian Bala/VoN)

Ende
Previous ArticleTabrakan Baleo vs Gloria: Lima Luka Ringan, Kerugian Capai Rp 20 Juta
Next Article Bupati Mabar Belum Tentukan Pengganti Agus Tama

Related Posts

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
Terkini

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.