Petugas dari Polresta Kupang saat melakukan olah TKP. (Foto: Leny)

Kupang Vox NTT- Seorang mahasiswa semester VII (tujuh) di Fakultas Pertanian (Faperta) Undana, asal Kabupaten Malaka, Mojinu Oforsu tewas ditikam di Bukit Cinta, Penfui Kota Kupang, Selasa (3/10/2017) malam.

Menurut pengakuan keluarga korban, Ajido Manek, kepada wartawan, Rabu (4/10/2017) korban merupakan anggota dari perguruan bela diri kera sakti.

Jasat Korban saat dikerumuni keluarga di RS Siloam Kupang. (Foto: Leny)

Korban tewas akibat ditikam oleh sekelompok anak muda yang diduga dari perguruan silat SHT sehingga mengalami luka serius di beberapa bagian tubuh korban.

Dugaan bahwa pelaku merupakan anggota PSHT, karena menurut keterangan Ajido sebagaiamana diakui teman korban, sekelompok anak muda itu berseragam hitam, menggunakan tali kompor (tali putih) dan pegang tongkat.

“Mereka seragam hitam semua, pake tali kompor dan tongkat” jelas Ajido.

Ajido mengaku, korban yang merupakan keponakannya tidak punya masalah sebelumnya.

“Tidak ada, sejak dari SD, SMP, SMA sampai sekarang dia tidak tahu masalah “ aku anggota DPRD Kab. Malaka dari Fraksi Gerindra ini.

Bekas darah korban, pada pakaian yang dikenakan korban. (Foto: Leny)

Sementara saksi mata, Jemi Mali menjelaskan kejadian itu bermula ketika dirinya bersama korban, keluar dari kos di Penfui, untuk mencari makan di arah Bandara.

Pada saat pulang dihadang sekelompok anak muda yang menurut pengakuan Jemi adalah anggota PSHT.

“Kami keluar cari makan di bandara sana, pas kami pulang kembali mereka menghalang kami di kos,” tutur Jemi.

Mewakili orang tua korban, Ajido Manek meminta kepada pihak kepolisian untuk segera menangkap pelaku yang saat ini masih dalam pengejaran.

Kasus ini sementara ditangani pihak kepolisian resort kupang kota. Sementara korban hari ini juga dipulangkan ke rumahnya di Kabupaten Malaka. (Tarsi Salmon/VoN)

alterntif text