Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Dianiaya, Seorang Tahanan Tewas dalam Rutan Penfui
HEADLINE

Dianiaya, Seorang Tahanan Tewas dalam Rutan Penfui

By Redaksi4 Oktober 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi (Foto: Wikimediaimages )
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Mikael Manoh, seorang tahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Penfui, Kota Kupang, Provinsi NTT, tewas setelah dianiaya oleh rekannya, Rabu (4/10/2017.

Petugas Rutan, Carlo Barbier kepada wartawan mengatakan, sebelum mendapatkan penganiayaan sesama anggota Rutan, korban menganiaya seorang petugas Rutan menggunakan balok kayu.

Tahanan lain yang menyaksikan peristiwa itu langsung menyerang dan menganiaya korban hingga mengalami luka serius.

Sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bayangkara Kupang. Namun dalam perjalanan nyawa korban tidak tertolong.

“Dia dianiaya tahanan lain karena menganiaya petugas,” ujar Carlo.

Istri korban, Mertamas Masaulbaat menuturkan, suaminya ditahan karena terlibat kasus penganiayaan terhadap dua siswa SMA di Desa Naikliu, Kabupaten Kupang.

“Suami saya pukul salah orang, saat mencari anaknya. Kasus ini membuat dia mendekam dalam tahanan,” kata Mertamas.

Masalah itu sudah diselesaikan secara kekeluargaan, namun pada Minggu, 1 Oktober 2017, korban dijemput oleh polisi dan ditahan di Rutan.

“Kami ketemu terakhir pada hari Minggu sebelum ditahan,” papar Mertamas, seperti dilansir diantimur.com, Rabu (4/10/2017)

Mertamas mengaku, dirinya mendapat kabar dari Kapolsek Naikliu, bahwa suaminya sedang sakit dan dirawat di RS. Tetapi setelah tiba di rumah sakit ternyata suaminya telah meninggal.

“Kami baru tahu korban meninggal saat di rumah sakit,” imbuh Mertamas.

Kasus ini sementara ditangani pihak Kepolisian Resor Kupang Kota. (Dian/BJ/VoN)

 

Kota Kupang
Previous ArticlePol PP Segera Tuntaskan Penyegelan Bangunan Liar di Labuan Bajo
Next Article Lagi, Mahasiswa Undana Tewas Ditikam di Bukit Cinta

Related Posts

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.