Home / Berita Terkini / Keluarga Tolak Otopsi Jenazah Ika
Jenasah Korban (dalam peti ) hendak dibawa dengan ambulance ke Malaka. (Foto: Eman Tabean)

Keluarga Tolak Otopsi Jenazah Ika

Kefamenanu,Vox NTT- Keluarga besar dari Fransiska Maria Seran (18) alias Ika, mahasiswi Unimor asal Kabupaten Malaka yang ditemukan meninggal di kamar kosnya di kompleks BTN, RT 16 RW 04, Desa Naiola, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten TTU menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jenasah korban.

Hal tersebut merupakan kesepakatan keluarga besar, sehingga jenasah korban hanya divisum luar saja.

“Setelah kami tiba dari Malaka tadi malam (01/11/2017), polisi tanya mau otopsi atau tidak, tapi kami sudah sepakat biar visum luar saja karena mau otopsi juga kami punya anak (korban) tidak akan hidup lagi,” jelas keluarga korban, Osorio Gonzalves saat diwawancarai VoxNtt.com di rumah salah satu kerabatnya di Kota Kefamenanu, tempat jenasah disemayamkan sebelum dibawa kembali ke Malaka pada hari ini , Kamis (02/11/2017).

Gonzalves menambahkan, meskipun hanya dilakukan visum luar, pihaknya sangat berharap agar pihak kepolisian dapat mengusut tuntas penyebab kematian dari korban.

Terkait informasi bahwa korban saat ini dalam keadaan hamil, Gonzalves menambahkan, sesuai dengan informasi yang diperoleh pihaknya dari salah seorang perawat yang mengikuti jalannya visum memang korban saat ini sementara dalam keadaan hamil.

“Informasi dari salah satu saudara kami yang juga perawat, yang tadi malam ikut visum, memang anak kami ini ada hamil 4 bulan jalan 5 bulan,” ungkap Gonzalves.

Lebih lanjut Gonzalves menegaskan, pihak keluarga saat ini menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kematian Fransiska ke pihak kepolisian sehingga pihaknya tidak ingin menduga-menduga terkait penyebab kematian korban.

Sementara itu, Mince Seran selaku kakak kandung korban menjelaskan, dirinya dan korban terakhir berkomunikasi pada tanggal 28 Oktober lalu.

Dalam komunikasi via sms tersebut, jelas Mince, dirinya meminta agar korban harus pulang ke Malaka pada tanggal 1 November untuk bakar lilin di kuburan orang tua mereka.

“Saya sms dengan dia tanggal 28 Oktober itu, suruh dia untuk pulang tanggal1 November karena mau bakar lilin,kemarin. Saya lihat sudah jam 5 tapi adik Ika tidak muncul juga, makanya saya pikir ini hari baru dia mau ke sana tapi ternyata bukan dia yang pulang tapi kabar buruk yang datang untuk kami,” ungkap Mince dengan air mata berlinang.

“Saat saya masih tunggu Ika, tiba-tiba dia punya kawan putri datang sambil menangis tapi hanya sebut-sebut Ika punya nama saja, makanya saya juga bingung tapi tiba-tiba saya dapat telpon dari Polisi yang bilang ini betul dengan keluarga almarhum Ika? Saya dengar begitu langsung saya lemas memang,” kisahnya.

Lebih jauh Mince menjelaskan, selama ini pun korban tidak pernah bercerita kalau ada masalah .

Terkait pacar korban, Mince mengaku, pernah mempertanyakan hal tersebut sehingga Korban menjawab bahwa pacarnya merupakan seorang pemuda yang tinggal di Kota Kefamenanu.

“Dia (korban) cerita bilang yang kasih kenal dia dengan nyong itu dia pu kawan yang nama Putri itu. Dia hanya cerita begitu tapi tidak pernah cerita kalau ada masalah,” ungkapnya.

Sementara pacar korban hingga saat ini belum ditemukan dan sedang dalam pencarian polisi. Diduga kuat, dia melarikan diri setelah mengetahui Ika (korban) meninggal dunia dalam keadaan hamil.

Baca: Lagi, Seorang Mahasiswa di TTU Ditemukan Tewas Dalam Kamar

Penulis: Eman Tabean

Editor: Boni Jehadin

Komentar

comments

VOX Share Button

Check Also

OMK Paroki YKI Aeramo Gelar Baksos di Kota Jogo

Mbay, Vox NTT-Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Yesus Kerahiman Ilahi (YKI) Aeramo melakukan pembersihan lokasi …