Kondisi jembatan Wae Wake (Foto: Nansianus Taris/Vox NTT)

Borong, Vox NTT-Pengerjaan jembatan Wae Wake, Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) hingga kini mangkrak.

Proyek yang dikerjakan pada tahun 2016 lalu tersebut menghubungkan Desa Compang Laho dan Golo Rengket.

Sudah satu tahun dibangun tetapi hingga kini belum bisa digunakan dan terlihat mubazir.

Pantauan VoxNtt.com, Rabu (27/12/2017), di salah satu bagian jembatan tampak ada lubang besar yang belum diisi tanah.

Untuk bisa melewati jembatan itu, warga setempat terpaksa membuat titian darurat dari bambu.

Titian itu hanya bisa dilewati para pengendara sepeda motor yang berani. Sebab, jembatan Wae Wake dibangun sangat tinggi dari kali. Jika tidak hati-hati, para pengendara bisa saja jatuh ke dasar kali yang penuh batu-batu.

“Dulu ada motor yang berani lewat di jembatan bambu ini pak. Karena terlalu kecil dan miring, motornya pun jatuh ke lubang ini. Beruntung nyawanya tidak melayang,” aku Adi Dom, salah satu warga yang ditemui VoxNtt.com di lokasi, Rabu siang.

Adi Dom sendiri mengaku bingung mengapa pembangunan jembatan Wae Wake tidak dilanjutkan.

Bahkan kata dia, sampai saat ini tidak ada tanda-tanda jembatan itu dikerjakan lagi.

“Kasian sekali uang negara kita. Uang banyak untuk bangun jembatan ini lalu mubazir seperti ini,” kata Adi Dom.

Dikatakannya, jika jembatan itu dikerjakan sampai tuntas, akses transportasi warga Poco Ranaka menuju Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai lebih bagus dan sangat singkat.

“Kalau jembatan ini tuntas, kami bisa lewat sini ke Ruteng. Daripada kami lewat jalur Watu Cie-Deno, jalannya bagai kali mati,” tukas dia.

Selain dikerjakan tidak tuntas, Adi Dom juga meragukan kualitas pengerjaan jembatan Wae Wake itu.

Pasalnya, tiang-tiang penyangga jembatan itu hanya ditopang satu besi di bagian dalamnya. Akibatnya, banyak tiang sudah miring dan tumbang.

“Coba lihat itu, sudah banyak tiang-tiang yang miring dan hampir lepas dari tembok jembatan. Masa kerja jembatan besar seperti ini asal jadi saja. Kasian uang negara pak,” kata Adi Dom.

Adi Dom pun meminta kepada anggota DPRD Dapil Poco Ranaka untuk menyuarakan kondisi jembatan itu kepada Pemda Matim.

Tak hanya berharap kepada anggota dewan, dia juga mendesak dinas PUPR Matim agar memerintahkan kontraktor segera memperbaiki bagian-bagian jembatan yang sudah rusak.

Selanjutnya dia meminta Pemkab Matim agar menganggarkan kembali untuk melanjutkan pembangunan jembatan Wae Wake di tahun 2018 mendatang.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan Dinas PUPR Matim belum berhasil dikonfirmasi terkait mangkraknya jembatan Wae Wake.

 
Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

alterntif text