Anggota DPRD Kab. TTU, Agustinus SIki. (Foto: Facebook Agustinus Siki)

Kefamenanu,Vox NTT-Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes diminta serius untuk memperhatikan pembangunan taman doa yang rencananya akan dibangun di puncak bukit Neonbat, Kelurahan Maubeli, Kecamatan Kota Kefamenanu.

Pembangunan taman doa yang didalamnya terdapat patung Kristus Raja setinggi 58 meter tersebut senilai Rp 12 miliar dan sudah ditetapkan beberapa waktu. Namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda akan dimulainya pembangunan objek wisata religi tersebut.

“Pak bupati seharusnya fokus perhatikan pembangunan taman doa,ini mega proyek jadi tidak bisa kasih lepas OPD (organisasi perangkat daerah) yang sendiri berjalan tanpa ada pengawasan dari pak bupati”tegas anggota DPRD TTU, Agustinus Siki saat dihubungi media ini via telepon, Senin (05/03/2018).

Politisi PKB tersebut kepada media ini menegaskan apabila sebelum dimulainya sidang perubahan anggaran pengerjaan taman doa tak kunjung dilaksanakan maka pihaknya akan menolak untuk menganggarkan lagi baik dalam sidang perubahan maupun APBD Induk 2019 mendatang.

“Kalau sebelum sidang anggaran proses pengerjaan tak kunjung dilakukan maka kami dari fraksi PKB tidak akan lagi menyetujui alokasi anggaran untuk pembangunan taman doa baik dalam sidang perubahan anggaran maupun APBD induk 2019” tegas legislator asal dapil TTU 1 tersebut.

Sementara itu hingga berita ini diturunkan bupati Raymundus Sau Fernandes belum berhasil dikonfirmasi.

Kepala dinas Kebudayaan dan Pariwisata kabupaten TTU, Agustinus Kaesnube saat ditemui media ini di ruang kerjanya memastikan pembangunan taman doa akan mulai dibangun tahun 2018 ini.

Untuk saat ini,jelas Kaesnube, pihaknya sementara merancang personil tim teknis untuk pengerjaan taman doa tersebut.

“Kita masih menunggu surat balasan dari dinas PUPR untuk kesediaan menempatkan beberapa staff dalam tim teknis yang dibentuk, surat permohonan sudah kita kirim dari bulan Februari lalu hanya sampai sekarang belum dibalas. Kalau urusan administrasi lain sudah beres semuanya” jelas mantan asisten 2 setda TTU tersebut .

Surat Sudah Dibalas

Sementara Kepala dinas PUPR Kabupaten TTU, Yani Salem saat dikonfirmasi media ini via telepon membantah apabila surat dari dinas kebudayaan dan pariwisata belum dibalas pihaknya.

Menurutnya surat balasan sudah dikirimkan sejak beberapa hari lalu dan pihaknya merekomendasikan 3 orang untuk ditempatkan dalam tim teknis.

“Surat balasan sudah kami kirim sejak hari Kamis atau Jumat kemarin, ada 3 nama yang kita rekomendasikan untuk masuk dalam tim teknis” jelas Yani.

Penulis: Eman Tabean

Editor: Irvan K

alterntif text