Rikardus, Fasilitator Daerah Sumba Barat Daya, sedang memfasilitasi pertemuan sosialiasi program rintisan Guru BAIK di hotel Sinar Tambolaka, Rabu (8/3)

Tambolaka, Sumba Barat Daya – Hasil penelitian ACDP (Education Sector Analytical and Capacity Development) Indonesia 2016  menunjukkan jumlah guru yang tidak terlatih cukup  tinggi di Pulau Sumba. Situasi ini diperburuk dengan distribusi guru dengan kualifikasi S1 atau guru PNS yang tidak merata.

Hal terungkap dalam Workshop Sosialisasi Program Rintisan ‘Guru BAIK’  yang diselenggarakan Innovation for Indoenesia’s School Children Australia Indonesia Partership (INOVASI) di hotel Sinar Tambolaka, Rabu (03/02/2018).

“Hasil penelitan ini menunjukkan bahwa  kualitas guru karena kurang pelatihan, kualifikasi dan latar belakang pendidikan menjadi masalah yang harus dipecahkan di Sumba,” ujar Fadil, salah satu District Facilitator INOVASI untuk Sumba Barat Daya.

Berdasarkan penelitian ACDP tahun 2016 tersebut, tingkat mengulang kelas cukup tinggi untuk kelas II SD di Sumba secara keseluruhan, yaitu kisaran 12 – 21 persen.

Menurut Senza, District Facilitator Sumba Barat yang lain, hal tersebut  berhubungan dengan kualitas guru dalam mengajar.

“Kalau tidak ada intervensi pelatihan kepada guru dan dukungan kepala sekolah yang maksimal terhadap guru, akan sulit meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas,” ujarnya.

Program GURU BAIK yang dilaksanakan di Sumba, lanjut Senza, diusahakan bisa meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa kelas awal di Sumba yang menurut penelitian ACDP juga cukup mengkhawatirkan.

Sebanyak 30 persen anak-anak kelas 2 yang diteliti oleh program itu pada tahun 2016 ternyata mengalami kesulitan membaca.

“Siswa di kelas awal yang kurang bisa membaca cenderung akan mengalami ketertinggalan pelajaran pada kelas-kelas berikutnya. Efeknya akan bisa berantai. Kita harapkan nanti dengan program ini,  akan muncul solusi lokal untuk mengatasi hal tersebut,” ujar Senza.

Kepala Sekolah SD Negeri Mawo Maliti, Mikael S. Nanga menyambut baik program yang akan segera dimulai  tersebut.

“Program peningkatan mutu guru sangat penting  dilakukan di Sumba dan semoga selalu berkelanjutan,” ujarnya.

Untuk diketahui, program guru BAIK di Sumba Barat Daya saat ini bermitra dengan  12 sekolah. Ke depan  diproyeksikan ditambah dengan  13 sekolah, sehingga total yang diharapkan nantinya 25 sekolah. Program akan berlangsung sampai akhir 2019.

Workshop Sosialisasi program Guru BAIK yang diselenggarakan oleh program pendidikan INOVASI  tersebut menghadirkan   dua belas kepala sekolah mitra, empat ketua KKG (Kelompok Kerja Guru), beberapa pengawas dari kecamatan Loura dan Kecamatan Wewewa Tengah, Sumba Barat Daya dan difasilitasi langsung oleh fasilitator-fasilitator daerah Sumba Barat Daya.

Sumber: Rilis INOVASI

Editor: Irvan K

alterntif text