Pose bersama saat peresmian sanggar "wela mongko" SMPK St. Fransiskus Ruteng (Foto: Dok. SMPK St. Fransiskus Ruteng)

Ruteng, Vox NTT- Sanggar “Wela Mongko” SMPK St. Fransiskus Xaverius  Ruteng telah resmi dikukuhkan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai, Kamis (05/04/2018).

Ketua sanggar “Wela Mongko” SMPK St. Fransiskus Ruteng Patrix Ngadut menjelaskan, Indonesia memilki banyak kesenian dan kebudayaan daerah yang harus digali, dikembangkan, dilestarikan dan dijaga eksistensinya.

Untuk hal tersebut, lanjut Patrix, pemerintah dalam program pendidikan formalnya memasukan seni dan budaya ke dalam mata pelajaran di sekolah.

Pemerintah mengizinkan lembaga pendidikan mendirikan sanggar di sekolahnya masing-masing.

Patrix menegaskan, SMPK St. Fransiskus Ruteng menyambut baik kebijakan pemerintah ini dengan mendirikan sanggar yang diberi nama “Sanggar Wela Mongko”.

Menurut dia, sanggar ini sebenarnya telah bergerak selama kurang lebih 2 tahun terakhir ini. Mereka telah mementaskan berbagai tarian, musik, dan lagu-lagu daerah Manggarai.

“Untuk mendapatkan legitimasi dari pemerintah, maka sanggar ini perlu dikukuhkan. Selain itu juga agar segala kekurangan yang ada di sanggar ini dapat dipenuhi maka perlu kerja sama yang intens dengan pemerintah,” terang Patrix saat peresmian di Kantor SMPK St. Fransiskus Ruteng sebagaimana termuat dalam rilis yang diterima VoxNtt.com.

Kepala SMPK St. Fransiskus Ruteng Pastor Feri Rusmiadin, Pr mengaku sangat gembira dan merasa bersyukur atas kehadiran pemerintah dalam melegalkan sanggar “Wela Mongko”.

“Ini adalah motivasi bagi sekolah kami agar terus dan selalu berkreasi dan berinovasi dalam bidang seni dan budaya,” kata Pastor Feri dengan nada gembira.

Dia sendiri dalam sambutannya mengangkat empat hal dalam seni.

Pertama, seni dapat menggerakkan jiwa kita untuk mengungkapkan kebesaran karya Tuhan.

Kedua, seni dapat membuat kita tidak lupa sejarah.

Ketiga, seni dapat membuat kita menjadi pribadi yang mencintai keanekaragaman, inovatif dan kreatif.

Keempat, seni adalah sebuah model pembelajaran yang ideal dan aktual.

Sementara itu, Kabid Kesenian dan Tradisi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Benyamin Harum dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada civitas SMPK St. Fransiskus karena telah menghadirkan sanggar di Manggarai.

“Atas nama pemerintah, saya merasa gembira karena masih ada lembaga dan generasi muda yang peduli dengan budayanya. Ini bagus. Kami selalu dukung. Meskipun kami dari dinas hanya menyiapkan dana pembinaan bagi sanggar ini hanya 1 sampai tiga juta saja, tapi jangan melihat angka itu. Sanggar ini perlu membuat proposal yang ditujukan kepada kami agar kami tindaklanjuti sehingga kebutuhan sanggar ini dapat dipenuhi. Silakan buat proposal ya,” pinta Benyamin.

 

Penulis: Adrianus Aba

alterntif text