Home / Berita Terkini / Catatan Tentang Kekalahan Persim Manggarai
Persim Manggarai saat berlaga di pertandingan ETMC 2017 di Ende (Foto: Facebook)

Catatan Tentang Kekalahan Persim Manggarai

Oleh: Evan Lahur

Anggota Komunitas Masyarakat Gila Bola

(MasGibol) Manggarai

 

Sejak kecil, saya menggemari Persim Manggarai. Memori masa kecil masih terngiang saat stadion Golo Dukal dipadati oleh warga kota Ruteng pada tahun 2002. Kala itu tim kebanggaan Tanah Congka Sae ini menggelar Divisi III Regional Bali – Nusa Tenggara.

Saat itu, saya bersama teman-teman rela berjalan kaki dari kompleks rumah di Kampung Maumere menuju Stadion Golo Dukal hanya untuk menyaksikan Om Lorens Pupa dkk memainkan si kulit bundar.

Memori inilah yang kemudian menjadi cerita awal hingga menaruh perhatian terhadap perkembangan Persim Manggarai.

Cerita di tahun 2017

Awal bulan Oktober tahun 2017 saya menyempatkan diri hadir di stadion Golo Dukal menyaksikan dua pertandingan awal turnamen usia dini U-19 bagi anak muda kota Ruteng.

Menurut informasi, turnamen itu menjadi langkah awal seleksi tim Persim Manggarai yang akan berlaga di Piala Gubernur. Saat itu saya masih sangsi akan informasi ini. Apakah benar akan diadakan piala Gubernur NTT? Lepas dari pertanyaan ini, saya harus menaruh respek pada turnamen di bulan Oktober 2017 tersebut.

Usut punya usut, turnamen itu diselenggarakan berkat inisiatif dari beberapa anggota dewan Manggarai yang punya perhatian terhadap sepak bola. Saya berpikir, ini langkah maju karena anggota dewan mulai mau mengambil peran dalam memajukan sepak bola Manggarai.

Oiya, ada yang menarik di turnamen tersebut. Saya mencatat dua hal yakni kesatu stadion Golo Dukal saat itu mulai difungsikan lagi. Sebelum turnamen tersebut diadakan, turnamen sepak bola Leda Cup II telah usai. Lintasan balap motor cross di tengah stadion Golo Dukal telah tiada.

Kedua, saat pertandingan pertama akan dimulai; satu unit oto colt memasuki lapangan tepatnya di depan gawang bagian selatan. Ternyata tepat di depan gawang tersebut ada genangan air. Alhasil, beberapa panitia mulai bekerja menurunkan pasir dari bak belakang untuk dibenamkan di genangan air tersebut. Saat itu saya hanya bisa tersenyum menyaksikan sisi lain dari sepak bola Manggarai.

Pertanyaan saya yang belum menemukan jawabannya adalah apakah benar akan diadakan Piala Gubernur? Pertanyaan ini pun terjawab oleh informasi yang saya dapatkan dari coach Nova Dewantara; salah satu guru di SMAN 2 Rahong Utara.

“Manggarai baru memulai karirnya dengan mengikuti kompetisi Gubernur Cup/Liga 3 NTT yang dilaksanakan di Kupang ase. Juli nanti mereka berangkat ke Kupang” ini kutipan pernyataan coach Nova di obrolan WhatsApp Group Komunitas Masyarakat Gila Bola (MasGibol) Manggarai pada 21 Juni 2018 pukul 11.12 WITA.

Saat itu coach Nova mengirim beberapa foto persiapan tim Persim Manggarai. Hati saya lantas tergerak untuk mengakui bahwa “ini sudah tim Persim Manggarai”. Pembaca tahu mengapa? Silahkan cek keikutsertaan Persim Manggarai di beberapa turnamen Piala Gubernur NTT.

Tahun 2016 di Kupang, Persim Manggarai tidak mengirim tim. Mundur ke belakang, piala Gubernur NTT tahun 2014 di Kupang pun demikian, Persim tidak mengirim tim. Bagi saya yang dibentuk oleh memori masa kecil tentang Persim Manggarai, ada rasa iri hati ketika setiap kali membaca di harian umum Pos Kupang tak ada kabar tentang keberadaan Persim Manggarai.

Ada suara hati yang bertanya “nia ko nia Persim dami ga” (Dimana Persimnya kami). Apa yang dibuat oleh pengurus Persim?

Persim Manggarai akhirnya mendapat kehormatan melakoni laga pembuka melawan PSN Ngada. Saya antusias dengan laga ini. Betapa tidak, Persim Manggarai hadir di kota provinsi setelah sekian lama menghilang.

Secara pribadi pun saya telah merencanakan satu ide yang cukup gila. Saya akan hadir di lapangan mendukung Persim Manggarai sebagai suporter. Rencananya, jika tidak berhalangan saya akan mengkonsolidasi teman-teman mahasiswa Manggarai di kota Kupang untuk bersama-sama mendukung Persim sebagai suporter. Namun rencananya batal karena saya harus menyelesaikan tugas akhir kuliah di kota studi saya, Yogyakarta.

Kemarin sore menjelang pukul 17.00 WITA saya mendapat kabar, Persim Manggarai kalah dengan skor sangat telak 6-1.

BACA: Gubernur Cup 2018, PSN Ngada Babat Persim Manggarai 6-1

Harus diakui, kelas Persim Manggarai di empat tahun terakhir berbeda jauh dengan PSN Ngada. Jika pembaca ingin protes terhadap pernyataan ini, cerita sukses PSN Ngada di Liga Nusantara 2016 dan finalis ETMC Ende 2017 menjadi jawaban logis. Bagi saya, satu gol yang dicetak ke gawang PSN Ngada sudah lebih dari cukup. Entah gol itu diciptakan melalui permainan terbuka maupun bola mati, saya tidak mempedulikannya.

Bagi saya, gol itu menjadi buah dari proses panjang yang telah dilalui oleh Persim Manggarai.  Satu gol yang penuh makna bagi saya. Satu gol yang ingin mengatakan kepada publik sepak bola NTT bahwa denyut nadi sepak bola Manggarai masih berdenyut.

Catatan Visioner

Pasca kekalahan Persim Manggarai kemarin, saya meyakini akan hadirnya perhatian terhadap tim kebanggaan kabupaten Manggarai ini. Entah dalam bentuk kritikan maupun pujian.

Lepas dari itu semua, Persim Manggarai akan menjalani laga kedua. Di group A, Persim Manggarai bergabung bersama tim Persada Sumba Barat Daya, Persab Belu dan PSK Kabupaten Kupang. Ada tiga pertandingan yang harus dijalani. Menuju tiga pertandingan tersisa, saya harus akui dukungan semangat yang bisa saya dan anda berikan. Toh, wilayah teknis terkait taktik dan strategi menjadi wilayah tim pelatih.

Bagi saya, kehadiran tim Persim Manggarai kali ini menghadirkan catatan penting. Kesatu, tim Persim Manggarai  kali ini diisi oleh pemain-pemain muda U-23. Hal ini sangat stragegis jika dikaitkan dengan even El Tari Memorial Cup tahun 2019 yang akan diadakan di kabupaten Malaka. Tentu, tim Persim Manggarai yang sedang berlaga saat ini menjadi cikal bakal bagi tim Persim Manggarai di ETMC Malaka 2019. Semoga pikiran saya ini menjadi pertimbangan ketua Persim dan jajarannya.

Kedua, sejak gelaran turnamen usia muda U-19 di stadion Golo Dukal Oktober 2017, gairah sepak bola usia muda sudah menggeliat. Bagi saya, kebanggaan mengenakan jersey  Persim sudah mulai hadir di dada anak muda Manggarai. Kebanggaan inilah yang perlu kita jaga ke depan.

Ketiga, jika kita menilik skor di laga pembuka kemarin (skor 6-1), hendaknya kita berkaca pada timnas Brazil yang menelan kekalahan menyakitkan 1-7 dari timnas Jerman di semifinal Piala Dunia Brazil 2014. Pasca kekalahan tersebut, Brazil menjadi tim pertama selain tuan rumah Rusia yang lolos ke Piala Dunia Rusia 2018. Yang mau saya katakan ialah, teruslah berjuang Persim Manggarai.

Saya memiliki beberapa usulan sederhana bagi pemerintah. Pasalnya, pemerintah memegang peran penting dalam memajukan sepak bola Manggarai. Ada dua hal sederhana yang bisa dilakukan pemerintah yakni kebijakan politik anggaran dan kebijakan administrasi.

Kebijakan politik anggaran berkaitan dengan dukungan anggaran bagi pembinaan tim Persim Manggarai. Untuk itu, dukungan anggaran kepada Persim Manggarai harus dinyatakan dalam alokasi anggaran tahun 2019 nanti.

Terkait kebijakan administrasi, hal ini menyasar pada dukungan SKPD baik dinas maupun badan dalam memberi izinan kepada tim pelatih atau pihak-pihak yang berkecimpung (baca ASN) dalam mengurus Persim Manggarai.

Jangan sampai segala perencanaan matang semisal mendampingi Persim Manggarai di berbagai turnamen sirna hanya karena tidak adanya izinan dari dinas atau badan terkait.

Melalui tulisan ini saya juga ingin melamar para pembaca yang ingin memajukan sepak bola Manggarai untuk mendukung melalui komunitas suporter Persim Manggarai. Saya siap menjadi koordinator.

Selain mendukung tim Persim Manggarai saat bertanding, kita juga memiliki tugas lain yang juga sangat strategis yakni menghidupi Persim Manggarai. Belajar dari tata kelola sederhana suporter klub-klub Liga 1 Indonesia, kita bisa memainkan peran dengan menjual pernak-pernik Persim Manggarai, menjadi saluran masukan bagi pengelolaan Persim Manggarai maupun ide-ide lainnya yang bisa dimainkan. Untuk Persim Manggarai, saya siap menjadi “orang gila”  di dunia sepak bola Manggarai.

Saya meyakini, jika seluruh elemen masyarakat sepak bola Mangggarai bersinergi, kemajuan sepak bola Manggarai bukan utopia belaka. Akhir kata, tetap berjuang Persim, kalian tidak sendiri!

Komentar

comments

VOX Share Button

Check Also

Duit Pembangunan Mall Pelayanan di Luar APBD 2018

Atambua, Vox NTT- Mall Pelayanan Publik yang sementara dibangun Pemerintah Kabupaten Belu dengan anggaran Rp …