Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Dua Warga NTT Jadi Korban Tenggelam di Johor Malasyia
HEADLINE

Dua Warga NTT Jadi Korban Tenggelam di Johor Malasyia

By Redaksi25 Januari 20173 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, VoxNtt.com-Sebuah speedboat tujuan Batam-Malaysia tenggelam di Perairan Johor pada Senin, (23/1).

Dua Warga Ende, Dusun Ndutukune dan Dusun Pauwawa, Desa Jegharangga, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende, NTT, juga menjadi korban pada peristiwa tersebut.

Dua korban tersebut adalah Yuliana Reku (29) warga Dusun Ndutukune dan Merlinda Sere (23) warga Dusun Pauwawa.

Menurut informasi dari pihak keluarga, korban Yuliana Reku telah teridentifikasi. Sedangkan Merlinda Sere belum ditemukan hingga saat ini.

Adrianus Gato, kakak dari korban Yuliana Reku mengakui saudarinya tidak bernyawa lagi akibat tenggelamnya speedboat tujuan Johor Malaysia.

Adrianus Gato saat memberi keterangan kepada awak media mengenai tenggelamnya dua warga Ende (Foto:Ian)

Jenazah Yuliana sudah dibawa ke Rumah Sakit Sultan Ismail, Johor Bahru. Sementara, korban Merlinda Sere masih dalam pencarian.

“Kami keluarga panik mendapatkan informasi dari berbagai televisi. Saudari kami juga dalam speedboat tersebut. Jenasah sudah di rumah sakit Sultan.” Katanya di Kediaman Korban, Rabu (25/01/2017).

Adrianus menceritakan, speedboat berangkat dari Batam menuju Johor Malaysia padar hari senin (23/1).

Sebelum berangkat, kedua korban sempat menelpon keluarganya di Ende bahwa sudah dalam perjalanan menuju johor menggunakan speedboat.

“Sebelumnya, mereka menelpon kami kalau mereka sudah dalam speedboat dan siap berangkat. Dan kami akui itu saudari kami.”Ungkap Adrianus.

Bekerja di Malaysia

Ia menambahkan, kedua korban tersebut tujuan ke Malasyia untuk mencari kerja di sana. Kedua korban sudah berkeluarga dan masing-masing mempunyai satu anak.

Suami kedua korban juga bekerja di Malasyia. Mereka mengingin bekerja di Malasyia bersama-sama untuk membiayai hidup mereka.

Keluarga korban tenggelam di Johor Malasyia sedang menunggu informasi dari Malasyia (Foto: Ian)

Sejauh ini, lanjut Adrianus, tengah berkomunikasi dengan beberapa pihak untuk memulangkan jenazah ke kampung halaman. Salah satunya adalah Koalisi Insan Peduli Migran dan Perantauan (KIP-MP) Kevikepan Ende.

“Kami mau mengadu kepada siapa? Kami sudah menyampaikan kepada Koalisi Migran dan Perantau Kevikepan Ende untuk membantu keluarga kami.”Ujarnya,

Keluhan yang sama juga diungkapkan keluarga korban Merlinda Sere. Mereka meminta kepada Koalisi Migran Kevikepan Ende serta Pemerintah untuk membantu mencari anggota keluarga mereka yang hilang di Perairan Johor Malasyia.

“Kami minta tolong Pemerintah dan pihak Gereja untuk mencari adik kami Linda. Kami sudah hubungi suaminya di Malasyia tapi belum ditemukan adik kami.”Kata Yohanes Don Goado, kakak ipar korban.

Sementara itu, Koordinator Koalisi Insan Peduli Migran dan Perantauan (KIP-MP) Kevikepan Ende, Irminus Deni saat ditemukan di kediaman korban Yuliana mengungkapkan pihaknya telah mengambil identitas kedua korban.

Beliau juga mengakui telah berkoordinasi dengan pihak Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI atau BP3-TKI Provinsi NTT serta jaringan koalisi  migran yang ada di Jakrata dan Kuala Lumpur.

Koordinator KIP-MP Kevikepan Ende, Irminus Deni saat memberi keterangan kepada media di kediaman korban Yuliana Reku (Foto: Ian)

“Namun, permintaan dari teman-teman koalisi dari Kuala Lumpur saat ini adalah bahwa minta kepada keluarga agar bersabar. Pihaknya lagi mengurus surat keterangan domisili, surat keterangan tidak mampu dan surat keterangan ahli waris untuk menerima jenazah di sini.”Ujar Deni.

Ia menambahkan pihaknya akan segera mengirimkan data kepada pihak BP3-TKI NTT dan KBRI di Kuala Lumpur. Selain itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah untuk menyiapkan dua buah ambulance.

“Informasi yang kami peroleh sampai saat ini baru satu korban teridentifikasi. Sedangkan yang satu mereka tidak tahu dan masih proses identifikasi.”Katanya.

Ia mengakui, pihak KBRI di Kuala Lumpur telah merespon baik setelah menerima informasi dari tim koalisi migran. Ia juga meminta kepada keluarga agar tetap bersabar.***(Ian/VoN)

Foto Feature: Yohanes Don Goado bersama anak korban Marlinda Sere saat bertemu sejumlah media di kediamannya (Foto: Ian)

Ende
Previous Article“Kami Belum Bisa Melaut Sebelum Istri dan Anak-Anak Kembali ke Rumah”
Next Article Medah Lamar Marianus Calon Wakil Gubenur NTT

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.