Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Sofia, Guru SMPN 2 Golewa Tewas Gantung Diri Gunakan Tali Nilon
Regional NTT

Sofia, Guru SMPN 2 Golewa Tewas Gantung Diri Gunakan Tali Nilon

By Redaksi26 Januari 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, VoxNtt.com-Seorang guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMPN 2 Golewa Kabupaten Ngada, tewas gantung diri di dalam kamarnya menggunakan tali nilon berwarna biru.

Kejadian itu pertama kali diketahui Gabriela Menge,‎ tetangga korban dan ibu kandungnya pada Rabu (25/1).

Saat ditemukan, tali nilon terikat pada leher korban  dengan posisi lidah menjulur ke luar, mulut mengeluarkan busa, dan hidung mengeluarkan ingus.

BACA: Guru SMPN 2 Golewa Tewas Diduga Gantung Diri

‎Kasat Reskrim Polres Ngada Iptu Jemy Noke kepada VoxNtt.com, Kamis (26/1) telah membenarkan kejadian ini.

Ia mengungkapkan pada Rabu (25/1) sekitar pukul 13.30 wita di kampung Watutedo, Desa Watu Sipi, ditemukan mayat seorang perempuan yang tewas gantung diri di dalam kamarnya.

Korban diketahui atas nama Sofia Gowi, (41) yang juga seorang guru di SMPN 2 Golewa.

Kronologis

Menurut Jemy, salah satu saksi,  yang pertama melihat kejadian tersebut  adalah Gabriela Menge, (40).

Jemy menjelaskan bahwa pada saat itu sekitar pukul 13.30 wita, dirinya bersama  mama kandung korban, Tresia Pegu (71) dan Marselinus Masa (44) sedang makan bersama di rumahnya yang bertetangga dengan rumah korban.

Kemudian datang kakak kandung korban, Karolina Djawa meminta tolong kepada Gabriela untuk naik ke plafon kamar tidur milik korban yang terbuat dari pelupuk bambu untuk mengambil kunci ruangan perpustakaan sekolah.

Pada saat itu Gabriela menaiki plafon kamar tersebut kemudian langsung membuka pintu kamar. Setelah pintu terbuka, ia melihat korban dalam posisi lehernya terikat tali nilon,  lidah menjulur keluar, mulut mengeluarkan busa, dan hidung memgeluarkan ingus.

Tak sanggup melihat penampakan tersebut, Gabriela pun langsung berteriak meminta tolong kepada warga sekitar.

Dikatakan Jemy, hingga saat ini pihak keluarga korban tidak mau melakukan Visum. Pihak keluarga lebih menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

Sementara itu kepala Sekolah SMPN 2 Golewa‎, Maximus Lagut mengatakan Sofia Gowi adalah guru yang paling pendiam dan penurut.

“Tugas-tugas yang kami berikan, korban akan melaksanakan sampai tuntas” kata Kepsek Maxiamus.***(Arton/VoN)

Foto Feature: Illustrasi (Ist)

Ngada
Previous ArticleGmnI Cabang Kupang Kecam Keras Penghina Pancasila
Next Article Keluarga Minta Pemerintah Pulangkan Korban Tenggelam di Malaysia

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.