Foto: Undangan terbuka
alterntif text

Ruteng, VoxNtt.com- Sebuah sayembara akan digelar di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan total uang hadiah berjumlah Rp 150 juta.

Selain itu hadiah lain yaitu, para pememang akan mendapatkan orangtua angkat untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.

Seyembara bertajuk “Ayo Bangun NTT” ini diinisiasi oleh Yayasan Tunas Muda Indonesia (YTMI) bekerjasama dengan media online lintasntt.com dan Saint Mary’s College.

Ajang tersebut dibuat dalam rangka mensyukuri hari ulang tahun (HUT) NTT ke-58 yang jatuh pada 20 Desember 2016.

Panitia sayembara membuka kesempatan kepada semua pihak, baik pribadi atau kelompok warga NTT menjadi peserta kompetisi. Selain itu, akan terbuka pula bagi siapa saja yang mencintai NTT.

Lantas bagaimana cara menjadi peserta sayembara?

Dalam surat terbuka dan undangan mengikuti sayembara yang dibuat oleh ketua YTMI E. Melkiades Laka Lena dijelaskan, peserta hanya memilih salah satu dari langkah-langkah yang sudah dirancang panitia.

“Setiap peserta dapat mendaftar data diri yang jelas seperti, nama, alamat, dan nomor handphone. Kemudian mengirim tulisan melalui sms atau whatapp ke nomor: 085219704231 atau 081316161654

Lebih lanjut dijelaskan, setiap peserta kompetisi boleh juga mengirim tulisan dan data diri lewat email; ayobangunntt@gmail.com, Facebook; Ayo Bangun Ntt, dan Path, Twiter, serta Instagram; AyoBangunNTT.

“Peserta semua jenis kompetisi sayembara AyoBangunNTT tidak dipungut biaya apapun. Pendaftaran peserta dan pengiriman tulisan diterima panitia paling lambat akhir Februari tahun 2017,” tulis YTMI dalam surat terbuka tersebut.

Tahapan seleksi untuk semua jenis kompetisi, masih dalam surat itu, akan dimulai dengan kompetisi tingkat kecamatan pada pertengahan Maret 2017 dan selanjutnya di tingkat kabupaten/kota. Tahapan seleksi berakhir di tingkat provinsi NTT pada akhir April atau Mei 2017.

“Panitia dibantu oleh dewan juri yang berasal dari desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi dan tingkat nasional dari berbagai latar belakang yang secara bertingkat menilai dan merekomendasikan peserta terbaik yang pantas menjadi pemenang”.

Dikabarkan sebelumnya, sayembara ini akan diisi dengan empat jenis kompetisi. Keempatnya antara lain; kompetisi gagasan, debat, paduan suara, dan mencari tokoh teladan NTT.

kompetisi gagasan akan diikuti pribadi atau kelompok maksimal beranggotakan 3 orang.

Setiap peserta akan menuangkan gagasan membangun NTT lewat tulisan paling banyak 5 paragraf atau satu halaman. Tulisan ini berdasarkan sektor bidang tertentu yang ditekuni, pengembangan potensi daerah, dan tema spesifik lainnya.

Misalnya; tema sektor pembangunan bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, pariwisata, kelautan perikanan, peternakan, perkebunan, dan pertanian. Selain itu bisa juga tema lain seperti, ekonomi kreatif, kebudayaan, dan bidang lain yang penting dikembangkan.

“Tema kembangkan potensi daerah bisa memilih salah satu pembangunan berbasis wilayah yang secara konkrit bisa dilakukan di kampung, desa, kelurahan, dan pemanfaatan dana desa secara optimal. Bisa juga memilih pengembangan potensi kecamatan, kabupaten/kota, dan provinsi NTT”

Sedangkan, tema spesifik antara lain menuangkan gagasan dalam pengembangan wirasusaha NTT, politik anggaran bagi kesejahteraan rakyat, membangun kemandirian energi, dan mengatasi perdagangan manusia (human trafficking).

Bisa juga memilih tema mencegah praktik korupsi, mengatasi krisis air, Pancasila dari NTT untuk Indonesia, menata birokrasi dan pelayanan publik, meningkatkan produksi pangan, mendorong ibu rumah tangga sebagai penggerak ekonomi, mendorong peran warga diaspora NTT atau siapa saja yang mencintai NTT.

“Peserta kompetisi gagasan diharapkan menulis berbasis fakta yang terjadi, dilanjutkan analisa singkat dan solusi konkrit yang penting dilakukan untuk membenahi atau membangun NTT,” demikian harapan YTMI dalam surat undangan itu.

Selanjutnya, peserta lomba debat berjumlah 3 orang dan paduan suara minimal 8 orang. “Peserta yang lolos seleksi akan diundang panitia untuk pertemuan teknis sesuai tingkatan awal Maret 2017”.

Sedangkan, peserta kompetisi mencari tokoh teladan NTT bisa pribadi atau kelompok maksimal 3 orang. Di sini, peserta menulis tokoh yang dianggap penting atau pantas menjadi teladan yang pikiran, tindakan, dan terobosannya mempengaruhi banyak orang. Ini paling banyak 5 paragraf atau satu halaman.

Peserta kompetisi mencari tokoh teladan NTT diharapkan menyampaikan alasan kuat tentang tokoh. Tokoh yang dimaksud bisa rakyat biasa, pemimpin formal atau informal, dosen, guru, agamawan, petani, dan politisi. Selain itu, bisa juga menulis tokoh birokrat, pengusaha, tokoh adat, jurnalis, aktivis atau siapa saja.

Tokoh tersebut dianggap memiliki pikiran, tindakan dan trobosan yang bisa menginspirasi banyak orang. Tindakan dan terobosannya bisa mencerminkan nilai kejujuran, moralitas, kerja keras, keberanian, dan kreativitas dalam membangun NTT. (Ardy Abba/VoN)