Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Banjir Bandang Maubesi Dinilai Sebagai Kelalaian Pemda TTU
HEADLINE

Banjir Bandang Maubesi Dinilai Sebagai Kelalaian Pemda TTU

By Redaksi9 Februari 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Rombongan DPRD TTU saat memantau warga korban banjir
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,VoxNtt.com-Bencana banjir bandang yang menimpa masyarakat dusun Maubesi, Desa Nonotbatan, Kecamatan Biboki Anleu pada (31/02/2016) lalu terus mengundang simpatik dari banyak pihak.

Agustinus Tulasi, anggota DPRD TTU dari dapil IV ketika ditemui VoxNtt.com di kediamannya pada Kamis (09/02/2017) mengungkapkan keprihatinan yang mendalam terhadap bencana alam yang menimpa ratusan rumah milik warga setempat.

“Sebagai wakil rakyat, saya cukup terpukul dengan apa yang dialami oleh masyarakat dusun Maubesi” kata Tulasi

Agustinus Tulesi

Dikatakan dia, kejadian ini bukan yang pertama kali dialami  oleh masyarakat dusun Maubesi.

“Bencana ini terjadi akibat kelalaian kita dalam hal ini pemerintah daerah karena bencana ini bukan yang pertama, namun yang kemarin adalah puncak dari akumulasi kurangnya kewaspadaan dan perhatian Pemerintah Daerah yang selama ini terkesan membiarkan” tandas mantan Alumni fakultas Hukum Unwira ini.

Karena itu, dirinya meminta agar sepanjang  daerah aliran sungai harus segera dihijaukan dengan menanam pohon bakau dan nanas hutan.

“Saya menilai ini merupakan kelalaian dari Pemda TTU dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah karena kurangnya sosialisasi  dan tindakan pra bencana” tambahnya.

Lebih lanjut ketua Komisi A tersebut menegaskan   bahwa bencana alam yang dialami oleh  masyarakat dusun Maubesi  merupakan bencana yang besar  sehingga pihaknya mendesak Bupati TTU  untuk menetapkan  bencana  ini sebagai bencana daerah.

Data yang dihimpun VoxNtt.com di kecamatan Insana Utara, tercatat 66 rumah mengalami kerusakan parah dengan rincian di Desa Humusu Oekolo 26 rumah, Desa Oesoko 7 rumah dan Desa Humusu Wini 33 rumah.

Sedangkan kondisi terparah dialami warga Kecamatan Biboki Anleu, Dusun Maukita dan Maubesi dimana terdata 61 rumah diterjang banjir bandang.

Dari 61 rumah tersebut ada 47 rumah rubuh dan 14 rumah lainnya mengalami rusak berat. (Eman/ VoN)

TTU
Previous ArticleDua Tahun di Tahap Penyidikan, Kasus Malafai Berjalan di Tempat
Next Article Empat Hari Hilang di Perairan Maumere, Seorang Nelayan Ditemukan Tim SAR

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.