Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»PT SIM Keberatan dengan Retribusi di Kawasan TNK
Regional NTT

PT SIM Keberatan dengan Retribusi di Kawasan TNK

By Redaksi6 April 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kapal wisata milik PT Pelayaran Sakti Inti Makmur (SIM)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo,Vox NTT- PT Pelayaran Sakti Inti Makmur (SIM) merasa keberatan dengan tarif retribusi sebesar Rp 15 Juta  yang diajukan oleh pihak Taman Nasional Komodo (TNK).

Retribusi itu tertuju kepada kapal wisata milik perusahan itu yang akan mengambil Rute Labuan Bajo menuju Kawasan TNK.

Direktur PT SIM, Sukardi Halim kepada VoxNtt.com melalui telepon selulernya, Kamis (6/3/2017) mengatakan pihaknya sudah menyurati Kementerian Perhubungan, Kementerian Kehutanan, Bupati Manggarai Barat dan Pimpinan DPRD Mabar tentang keberatan tarif retrebusi bagi kapal wisata miliknya yang diajukan oleh pihak TNK.

“Retribusi Rp 15 Juta untuk Satu kali berlabu di dermaga TNK sangat mahal dan merugikan PT SIM,” ujarnya.

Dia mengatakan, dari hasil survei tim kerja PT SIM di kawasan TNK mendapatkan pemberitahuan dari pihak Balai TNK. Pemberitahuan tentang Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 12 tahun 2014 yaitu pemberlakukan retribusi bagi kapal penumpang yang masuk pulau Komodo dengan kapasitas penumpang 200-1.000 orang dikenakan tarif Rp 15 Juta.

Terkait retribusi sebesar Rp 15 Juta itu, PT SIM mengirim surat ke Kementerian Kehutanan,Kementerian Perhubungan,Gubernur NTT,Bupati Mabar dan Ketua DPRD Mabar untuk memohon petunjuk agar retribusi bisa dikurangi.

Seperti diketahui, Bupati Mabar, Agustinus Ch Dula pada Jumat, 3 Maret 2017 lalu menyurati PT SIM terkait dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dalam pengoperasian kapal wisata Rute Labuan Bajo-Pulau Rinca-Pulau Komodo (PP).

Belum operasinya kapal wisata berkapasitas 233 penumpang itu, lantaran PT SIM keberatan dengan retribusi yang berlaku di kawasan TNK.

Kapal wisata itu akan beroperasi setelah permohonan petunjuk kepada Menteri Perhubungan,Kehutanan, Gubernur NTT,Bupati Mabar dan Ketua DPRD Mabar terkabul. (Gerasimos Satria/VoN)

 

Manggarai Barat
Previous ArticlePotret Suara Pemilih, JHRC Lakukan Survei Jelang Pilkada Matim
Next Article Syabandar Labuan Bajo Dukung Program 100 Persen Desa Berlistrik di NTT

Related Posts

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.