Yakobus Leba
alterntif text

Larantuka Vox NTT- “Saya harus pulang kampung, tanah kelahiran saya untuk buat sesuatu yang sekalipun kecil tetapi berharga,” kata Jack kepada VoxNtt.com di kediamannya di Hokeng Klatanlo, Sabtu (13/5/2017).

Setelah sekian lama malang melintang di dunia NGO, pemilik nama lengkap Yakobus Leba itu akhirnya memilih pulang kampung untuk membangun impian barunya, yakni jadi petani dan peternak.

Selesai menamatkan pendidikan tinggi dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Jurusan Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Universitas Nusa Cendana Kupang pada tahun 2007 lalu, pria berparas murah senyum ini langsung memulai karirnya di PLAN International Unit Sikka.

Dari Sikka, Jack lalu kembali bekerja di PLAN tapi beralih ke Unit Nagekeo sebagai supervisor pengembangan anak usia dini berbasis masyarakat.

Ketika karirnya sedang menanjak bersama PLAN International, Jack merasa ada yang kurang dengan segala capaian yang ia raih. Mulai dari penghasilan yang lumayan menjanjikan sampai beberapa bidang tanah pertanian telah dibelinya untuk menikmati hari tuanya, rasanya seperti sudah lengkap. Toh, Jack berpikir lain. Masih penuh semangat dan segar bugar begini sebaiknya ia harus jadi orang bebas dan bekerja untuk diri dan sesama di sekitarnya. “Saya harus pulang,” demikian tuturnya.

“Saya lihat potensi di Hokeng sini bagus sekali, jadi dengan segudang pengalaman bersama PLAN khususnya dalam pendampingan dan tumbuh kembang anak, saya kira ada hal luar biasa juga yang bisa saya buat untuk sesama saya, khususnya anak-anak,” katanya lagi.
Jack memang nampak sangat ahli ketika berbicara tentang pendidikan dan pengembangan anak-anak usia dini. Selain itu juga ia sangat lincah berbicara peserta didik mulai dari kelas rendah sampai kelas tinggi di SD.

Layaknya seorang pedagog anak, Jack mengatakan bahwa laju pertumbuhan dan perkembangan setiap anak memang berbeda. Tapi usaha untuk membantu anak-anak berkembang adalah dengan ikut menciptakan lingkungan dan stimulasi yang dapat menolong anak.
Menurutnya masa usia dini adalah usia emas atau gorden age jadi pada masa itu anak mengalami masa peka untuk tumbuh dan berkembang secara cepat dan hebat.

“Jadi saya yakin saat kembali ke Hokeng saya pasti bisa buat sesuatu yang berharga,” tukas Jack.
Tahun 2015 Jack memutuskan berhenti bekerja.

Kembali ke Hokeng, hal pertama yang dikerjakannya adalah menjadi peternak babi dan bertani. Usaha ternak babinya layak diacungi jempol, tidak hanya paham tentang dunia tumbuh kembang anak, Jack juga belajar otodidak tentang cara beternak babi.

“Saya pikir nikmatnya bekerja itu ketika kita jadi raja untuk diri kita sendiri, kita atur sendiri dan semuanya dikerjakan dengan tekun dan ulet, katanya penuh semangat,” ungkapnya.

Dari usaha ternak babi yang dikerjakannya Jack mengakui bahwa hasil dari ternaknya lumayan menjanjikan. Setidaknya ia bisa membiayai istrinya sampai selesai kuliah pada tahun 2016 dan mampu menyisikan sebagiannya untuk kebutuhan keluarga dan pendidikan untuk tiga anaknya. Dua anaknya kini di SDI Klatanlo dan satunya lagi masih di Taman Kanak-Kanak.

Kecintaanya pada dunia anak-anak mengantarkan Jack mewujudkan impiannya untuk mendirikan sebuah taman baca. Kini di samping rumahnya berdiri sebuah pondok baca yang sangat asri. Pondok baca itu dinamainya Surya Literasi. Nama ini menurutnya terbersit makna dan spirit, bahwa sekali kelak anak-anak yang datang membaca dan mendapat pengasuhan darinya menjadi terang laksana sang Surya yang membawa perubahan bagi diri sendiri dan sesamanya.

Ritha Kolo, warga desa Klatanlo, mengaku senang dengan adanya pondok baca yang kini ada di desanya. Menurutnya apa yang dirintis Jack Leba adalah perjuangan yang layak untuk disyukuri. Saya pribadi senang sekali dan bangga dengan Pak Jack itu, karena apa yang dibuatnya itu pasti akan membantu anak-anak dikemudian hari. Ya setidaknya mereka mampu berpikir sendiri untuk menentukan hidup dan masa depan mereka.

Setiap sore hari anak-anak mencapai tiga puluhan orang datang ke pondok baca. Ada yang datang membaca, ada yang bertanya dan ada yang mengerjakan tugas sekolah. Saat ini menurut Jack koleksi bukunya mencapai ratusan. Ia lagi berusaha untuk minta sana-sini ke berbagai pihak untuk mendonasikan buku ke pondok baca Surya Literasi. Kini ketika usaha Pondok Bacanya mulai menggeliat, Jack juga sedang meniti usahanya tidak hanya jadi peternak babi dan bertani tapi juga peternak sapi. (Henky Jehola/VoN)