Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Kualitas Jalan di Matim Buruk, Ini Komentar DPRD
Regional NTT

Kualitas Jalan di Matim Buruk, Ini Komentar DPRD

By Redaksi2 Juni 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Frumensius Frederik Anam, anggota DPRD Matim (Foto: WhatsApp)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT – Setiap tahun ada saja keluhan warga terkait kualitas proyek jalan lapen yang buruk di Manggarai Timur (Matim).

Umumnya, di beberapa titik belum sampai satu tahun kondisi jalan sudah rusak parah. Umurnya bisa dibilang cukup pendek.

Anggota DPRD Matim, Mensi Anam membenarkan hampir setiap tahun selalu saja ada pengerjaan jalan yang kualitasnya buruk.

“Di Matim sesungguhnya masalah pembangunan fisik tidak hanya pada kualitas pengerjaannya, tetapi yang paling krusial adalah lokasi tempat  pembangunan dominan pada kecamatan tertentu saja,” aku Mensi kepada VoxNtt.com, Jumat (2/6/2017).

Politisi Hanura itu menjelaskan, berkaitan dengan kualitas, ada 4 pihak utama yang terlibat secara teknis yaitu Dinas PUPR, konsultan perencana, kontraktor pelaksana, konsultan pengawas.

“Keempat institusi tersebut harus punya komitmen moral.Terpanggil untuk menghadirkan hasil pengerjaan yang berkualitas. Komitmen moral ini harus menjadi alas pijak untuk kerja profesional, kerja teknis yang mumpuni,” tegas Mensi.

Kata Mensi, atas dasar itu tuntutan lebihnya adalah keempat institusi tersebut mesti merasa bahwa mereka juga pemanfaat dari hasil kerja mereka sendiri.

“Jangan merasa bahwa mereka hanya ada pada pihak yang menghadirkan aset, dan di lain pihak mreka bukan pemanfaat,” tutup dia. (Nansianus Taris/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticlePilgub NTT, Golkar Mabar Dorong Heri Nabit Dampingi Ibrahim Medah
Next Article Kisah Si Pemulung Sampah Pada Sela-Sela Hari Lahir Pancasila di Ende

Related Posts

Kompak Indonesia Desak KPK Audit Dugaan Korupsi Proyek RSUD Borong Rp19,4 Miliar

19 Juli 2026

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.