Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Warga Desa Susulaku TTU Kesulitan Air Bersih
Regional NTT

Warga Desa Susulaku TTU Kesulitan Air Bersih

By Redaksi29 Agustus 20173 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Gedung rumah genset, salah satu fasilitas pada proyek air bersih di Desa Susulaku yang hingga hari ini tak kunjung selesai dikerjakan
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,Vox NTT- Sekitar 100 kepala keluarga yang mendiami lokasi Manuin Hau, Dusun 2, Desa Susulaku, Kecamatan Insana, Kabupaten TTU hingga saat ini masih mengalami kesulitan akan air bersih.

Untuk kebutuhan sehari-hari, warga terpaksa harus berjalan sejauh 500 meter untuk mengambil di mata air Oe’Tak.

Menuju mata air Oe’Tak medan cukup terjal. Itu sebanya, setiap warga hanya mampu membawa 2 jeriken berisi 5 liter air sekali jalan.

Mirisnya di tengah kesulitan warga akan air bersih, proyek air bersih senilai Rp 317 juta hingga saat ini tak kunjung diselesaikan.

Proyek itu sudah selesai dilelang sejak bulan Desember 2016 lalu bersumber dari dana desa.

“Yang dapat ini proyek suplier pak Yopi Naibina, tempat simpan material dan lokasi pembangunan bak penampung di mata air cukup jauh makanya pekerjaan terhambat selama ini,” kata Ketua RT 3 Dusun 2, Emanuel saat diwawancarai VoxNtt.com di lokasi mata air Oe’Tak, Senin(28/8/2017).

Selain akibat jauhnya lokasi penyimpanan material, lanjut Emanuel, banyaknya kesibukan lain dari warga yang mengerjakan proyek tersebut juga salah satu penyebabnya.

Emanuel berharap agar proyek itu bisa secepatnya selesai sehingga warganya tidak lagi mengalami kesulitan air bersih seperti sekarang.

“Kami sudah mendiami lokasi Manuin Hau sejak tahun 2010,setiap hari untuk masak kami harus datang timba di lokasi mata air ini,kami harap proyek ini bisa segera selesai,” harap Emanuel.

Pantauan VoxNtt.com, di lokasi pembangunan proyek air bersih, tampak bak penampung yang berada tepat di belakang rumah Ketua RT 3 belum selesai dikerjakan.

Selain itu, satu buah rumah genset pun tampak belum selesai dikerjakan.

Satu buah bak reservoer di lokasi mata air Oe’Tak pun belum selesai dikerjakan.

Kepala Desa Susulaku,Yohanes Antonius Haki saat dikonfirmasi media ini melalui telepon membenarkan bahwa proyek air bersih di lokasi Manuin Hau dusun 3 belum selesai dikerjakan.

Ia berlasan lambannya komunikasi antar suplier dan pekerja serta tidak adanya akses jalan menuju sumber mata air sebagai penyebab belum selesainya proyek tersebut.

“Proyek ini sudah selesai lelang dari bulan desember 2016,tukang yang kerja ini juga orang dari kampung sini jadi kerja sedikit selalu ada halangan sehingga tidak pergi kerja,” ungkap Haki.

Ia menambahkan sejauh ini pihaknya sudah berupaya keras agar proyek ini bisa segera diselesaikan.

Selama ini pula Kades Haki terus mendesak pekerja dan suplier agar proyek tersebut bisa segera selesai dikerjakan.

Sementara itu,Yosep Tak Naibina selaku suplier pengadaan bahan material pada proyek tersebut saat dikonfirmasi media ini juga mengaku bahwa hingga saat ini proyek tersebut belum selesai dikerjakan.

Namun ia membantah jika hal tersebut lantaran dirinya yang lamban menurunkan material.

“Semua bahan dan material sudah saya turunkan sejak bulan akhir Januari lalu,”jelasnya.

“Sejauh yang saya dengar ,terlambat kerja itu karena pekerja yang juga masyarakat dari desa susulaku sendiri bayak kesibukan adat dan pernikahan dan juga ada kesalah pahaman diantara mereka(pekerja) makanya pekerjaan terhambat,” tambahnya.

Yosep mengatakan para pekerja proyek tersebut merupakan warga Desa Susulaku yang saat ini menjabat sebagai tim pelaksana kegiatan (TPK) maupun Badan perwakilan desa (BPD). (Eman Tabean/AA/VoN)

TTU
Previous ArticleGubernur Lebu Raya Minta PT BEI Berinvestasi Bangun NTT
Next Article Festival Praktik Cerdas dan Budaya Warnai Kegiatan HAN di Wudi

Related Posts

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.