Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Kisah Janda Dua Anak di Balik Kantor Bupati Ende
HEADLINE

Kisah Janda Dua Anak di Balik Kantor Bupati Ende

By Redaksi13 September 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Potret rumah salah satu janda persis di sudut Kantor Bupati Ende, NTT (Foto: Ian Bala)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Potret kemiskinan kali ini terekam di pusat kota Ende, Kelurahan Mautapaga, Kecamatan Ende Tengah, Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur. Kota yang kerap disebut “Kota Pancasila” dan “Kota Pelajar” justru melintas pemandangan yang miris.

Adalah Karantina Nela (52), warga asal Saga-Aesira harus mendekap pada gubuk yang sudah reyot. Berukuran 4×6 meter, dinding pelupuh dan atap seng karat berlubang janda ini berharap.

Sebuah gubuk reyot itu terpampang di balik gedung putih para pejabat. Ia dan anak-anaknya hanya berpasrah dari orang yang memberi sedekah.

Ibu yang sudah berusia setengah abad lebih ini harus menerima penderitaan di persimpangan Jalan Nenas persis di belakang Kantor Bupati Ende. Keadaan rumah sungguh memprihatinkan.

Kondisi ini tak membuat Katarina berhenti mencari nafkah. Selain berkebun di pusat kota, pendapatan yang ia peroleh hanya dengan hasil penjualan bensin.

“Kalau makan, kami sering makan ubi setiap hari. Untuk biaya sekolah saya tabung uang dari hasil minyak (bensin, red),”katanya

Sebagai tulang punggung keluarga Katarina menjalani kurang lebih 10 tahun terakhir. Ia tak putus asa untuk mengais nafkah demi kehidupan ia dan anak-anak.

Ibu yang ditinggalkan suaminya ini tidak berbuat banyak dengan keadaan yang ia alami. Saat ini, ia hanya memelihara anaknya Enjelina Pili (12) yang saat ini sedang duduk di bangku sekolah menengah.

Sementara putra semata wayangnya, Herlisius Minggu sudah berkeluarga dan memilih hidup sendiri.

“Hasil bensin untuk tabung anak sekolah. Ya, saya bisa usaha sampai SMA,”katanya berharap Enjelina mampu memperbaiki kehidupan keluarganya.

Ditemui VoxNtt.com, Katarina menceritakan kehidupan keluarganya sejak tahun 1971. Ia mengaku hanya bertahan hidup di atas tanah milik Haji Nono.

“Dulu bapak saya menjaga kebun kelapa pak Haji Nono. Kami diminta tinggal di sini sampai sekarang,”ujar Katarina hingga lanjut menceritakan riwayat kehidupan keluarganya.

Katarina mengaku tidak berbuat banyak untuk memperbaiki rumahnya. Sebab, ia hanya menumpang di tanah milik orang lain.

Ia mengaku sudah ada sumbangsih dari orang-orang peduli padanya. Selain makan, sumbangan juga berupa seng. Namun, ia meragukan karena belum ada persetujuan dari pemilik tanah untuk membedah rumah.

“Ya, pegawai pernah sumbang. Tapi makanan dan sumbang lain,”kata Katarina menutup perbincangan. (Ian Bala/AA/VoN)

 

Ende
Previous ArticlePPAN Temukan 200 Lebih Potongan Fosil Gajah di Ngada
Next Article Dirut TV Belu Minta Pemda Lihat Aturan

Related Posts

Perjuangan Mama Sebina: Bertahan Hidup, Sekolahkan Anak di Tengah Kemiskinan Manggarai Timur

25 Februari 2026

STIPAR Ende Bekali Calon Wisudawan lewat Seminar Akademik

13 Februari 2026

PLN Sigap Tangani Kebakaran Gudang Logistik di Flores Barat

27 Januari 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.