Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Program Pelayanan SIMADE Polres Manggarai di Kisol Diprotes Warga
NTT NEWS

Program Pelayanan SIMADE Polres Manggarai di Kisol Diprotes Warga

By Redaksi5 Oktober 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kapolres Manggarai pose bersama masyarakat di Kisol (Foto: Nansianus Taris/VoN)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT– Kegiatan program pelayanan SIM Masuk Desa (SIMADE) oleh Polres Manggarai di Kisol, Kelurahan Tanah Rata, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) pada Rabu, 3 Oktober 2017 memicu protes warga.

Sekitar pukul 14.00 Wita terjadi aksi protes oleh puluhan tukang ojek kepada anggota Polres yang melayani urusan SIM tersebut. Aksi protes dan perang mulut terjadi saat puluhan tukang ojek mengambil formulir untuk pembuatan SIM.

Protes warga disebabkan karena ketidaksesuaian harga antara yang disampaikan Kapolres Manggarai AKBP Marselis Sarimin Karong dengan anggota polisi yang mengurus SIM tersebut.

Maximilianut Amat, salah seorang yang mengurus SIM kepada sejumlah awak media di Kisol mengatakan Kapolres Marselis memberitahukan bahwa harga pembuatan SIM, yakni Rp 225.000.

Rinciannya jelas dia, sejumlah Rp 105.000 untuk biaya psikologi dan harga SIM sebesar Rp 120.000.

“Namun, saat mau rekam data mereka minta biaya Rp 405.000 katanya untuk uang makan dan rokok,” aku Amat.

Karena itu, dia dan teman-temanya memerotes dan menarik kembali semua berkas.

“Kami menyayangkan penentuan harga yang semena-mena dan tidak sesuai dengan kesepakatan sebelumnya,” tegasnya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan pihak Polres Manggarai belum berhasil dikonfirmasi terkait perselesihan harga seperti yang disampaikan warga tersebut.

Untuk diketahui, Kapolres Marselis kepada VoxNtt.com sesaat sebelum kegiatan menjelaskan maksud dan tujuan dilaksanakanya SIMADE, yakni untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk memeroleh SIM sebagai syarat mutlak mengendarai kendaraan bermotor.

“Daripada harus ke Ruteng to. Habis uang untuk transportasi lagi. Kami nanti akan jalan ke setiap kecamatan. Ke Elar, Sambirampas, Lamba Leda, dan juga kecamatan lainnya. Ini akan berkelanjutan,” ujar Kapolres Marselis. (Nansianus Taris/AA/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleTote-Agas Dinilai Gagal Wujudkan Pemerintahan yang Bersih
Next Article Proyek PAMSIMAS di Desa Manong Bermasalah

Related Posts

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak KPK Audit Dugaan Korupsi Proyek RSUD Borong Rp19,4 Miliar

19 Juli 2026

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.