Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Keluarga Ikut Cari Korban Kapal Tenggelam di Labuan Bajo
Regional NTT

Keluarga Ikut Cari Korban Kapal Tenggelam di Labuan Bajo

By Redaksi23 Oktober 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Tim SAR dan gabungan sedang melakukan pencarian di lokasi tenggelamnya Kapal Rajawali
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo,Vox NTT-Keluarga dari enam nelayan asal Desa Rompo, Kabupaten Bima, Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang hingga saat ini masih dinyatakan hilang di perairan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat ikut melakukan pencarian bersama Tim SAR dan TNI Angkatan Laut.

Pencarian tim keluarga itu dilakukan sejak kapal motor Rajawali yang digunakan enam nelayan tenggelam di Torong Langkoe, kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), Rabu 18 Oktober 2017 lalu.

“Keluarga nelayan itu melakukan pencarian sejak hari pertama menggunakan kapal kayu. Pencarian dilakukan bersama tim SAR dan TNI AL di seputar lokasi tenggelamnya kapal nelayan”kata Kordinator SAR Labuan Bajo, Edi, Senin (23/10/2017).

Dari pencarian keluarga dan Tim regu penyelamat itu telah ditemukan empat korban dengan keadaan selamat. Mereka yang ditemukan itu bernama Samsudin, Samsul, Eko Patrio dan Samsul One. Keempatnya ditemukan pada Sabtu, 21 Oktober 2017.

Dua nelayan lainnya hingga saat ini belum ditemukan.Tim SAR Labuan Bajo menurunkan belasan anggotannya dan tim gabungannya lainnya untuk pencarian hari Keenam.

“Mudah-mudahan dua korban lainnya hari ini ditemukan,” harap Edy.

Kapal motor Rajawali  berlayar dari Bima, NTB dengan 6 orang awak kapal tujuan menangkap ikan di Perairan Labuan Bajo, NTT. Kapal tenggelam diduga karena ombak dan angin kecang di perairan Labuan Bajo.

Pencarian oleh Tim SAR dan Tim keluarga  dilakukan dengan menyisir perairan Labuan Bajo, kawasan TNK dan wilayah pulau-pulau kecil di sekitarnya.

Pencarian dilakuakan dari Pagi pukul 08.00 WITA hingga pukul 22.00 WITA setiap harinya.

Kontributor:  Gerasimos Satria

Editor: Boni

Manggarai Barat
Previous ArticlePeringati HUT Ke-10 Matim, Ande Agas Dukung Gali Potensi Anak
Next Article Rektor Unwira Kupang: Musuh Bersama Kita Radikalisme Agama

Related Posts

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.