Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»PDIP NTT Dinilai ‘GAGAL’ Jika Usung Calon non Kader
HEADLINE

PDIP NTT Dinilai ‘GAGAL’ Jika Usung Calon non Kader

By Redaksi1 November 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Empat kader PDIP yang dijagokan maju di Pilgub NTT tahun 2018 mendatang
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Pengamat Politik dari Universitas Nusa Cendana, Lasarus Jehamat menilai Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) gagal menjalankan peran politiknya jika mengusung calon Gubernur non-kader.

Hal ini diungkapkan Jehamat melihat geliat terkini partai berlambang banteng itu mendukung bakal calon Gubernur NTT dari luar partai.

“Kalau merunut fungsi parpol, jika PDIP gagal mengusung calon, berarti partai tersebut gagal menjalankan peran politiknya,” ungkap Jehamat saat dikonfirmasi Vox NTT lewat pesan WhatsApps, Rabu (01/11/2017).

Menurut dia, realitas itu bisa dibaca dalam beberapa soal. Pertama, PDIP gagal menciptakan kader yang militan dan kompetitif di NTT. Kedua, jika PDIP tidak mengusung calon, bayangan kita harus tertuju pada realitas kepentingan.

Lasarus Jehamat, pengamat politik dari Universitas Nusa Cendana, Kupang

“Bahwa secara kelembagaan, kepentingan menguasai elit-elit PDIP di dalamnya” tegas peneliti senior di Institute Sophia Kupang ini.

Ketiga, dia menjelaskan bahwa fakta itu berimplikasi pada munculnya distrust pada parpol.

“Dengan kata lain, ketidakmampuan PDIP menciptakan kader menunjukan bahwa partai memang sibuk mengurus diri dan kelompok dan tidak berpikir untuk rakyat,” tegasnya.

Senada dengan Jehamat, aktivis BARA JP NTT, Bertus Selly mensinyalir akan terjadi perpecahan dalam tubuh PDIP NTT jika mengusung calon gubernur non-kader. Menurut dia, masih banyak kader potensial dalam partai yang berpeluang memenangkan Pilgub.

“Seperti Kristo Blasin, Daniel Tagu Dedo dan Raymundus Fernandez. Ketiga calon ini memiliki Gerbong politik masing-masing cukup kuat. Mereka juga menyumbangkan kemenangan Ketua DPD PDI Perjuangan NTT, Frans Lebu Raya, menjadi gubernur NTT dua periode” ungkap Bertus.

Dikatakannya, jika PDI Perjuangan import kader dari luar dalam kontestasi pilgub 2018 mendatang, maka berpotensi gerbong PDI Perjuangan bakal tidak solid dalam memenangkan calon gubernur NTT nanti.

Penulis: Tarsi Salmon

Editor: Irvan K

Kota Kupang
Previous ArticleKorban Human Trafficking di Labuan Bajo Dipulangkan
Next Article Polres TTU Siap Kawal Pengelolaan Dana Desa

Related Posts

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026
Terkini

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.