Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»MAHASISWA»Hari Pahlawan, Sema STKIP Ruteng Tolak Radikalisme
MAHASISWA

Hari Pahlawan, Sema STKIP Ruteng Tolak Radikalisme

By Redaksi11 November 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Yohanes Jehadur, Ketua Sema STKIP Ruteng
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Senat Mahasiswa (Sema) STKIP St Paulus Ruteng memaknai hari pahlawan ke-72, 10 November 2017, menjadi momentum untuk menolak segala bentuk radikalisme.

Ketua Sema STKIP St Paulus Ruteng, Yohanes Jehadur mengaku pihaknya mengkampanyekan menolak radikalisme merupakan bentuk sikap mahasiswa atas berbagai isu sosial yang marak terjadi belakangan ini.

Menurut Yonas, selama ini radikalisme telah tumbuh dan berkembang di Indonesia.

Hal ini tentu saja tidak sesuai dengan cita-cita luhur para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia.

“Kami menolak radikalisme yang merongrong pemerintah yang sah dan mencoba menggantikan ideologi negara, yaitu pancasila,” ujar Yonas dalam rilis yang salinannya diterima VoxNtt.com, Sabtu (11/11/2017).

Dia menegaskan Sema STKIP Ruteng tidak ingin bangsa Indonesia larut dalam pusaran realita ironis akibat radikalisme.

Sebab, potret kekinian Indonesia masih menampilkan sejumlah sisi paradoksnya.

Kemerdekaan yang dikumandangkan the founding father agar Indonesia dapat mencapai cita-cita kemerdekaannya, ternyata masih jauh dari harapan.

Baca Juga: Turun Magang, Ini Pesan Moril Bagi Mahasiswa Prodi Bindo STKIP Ruteng

“Kemerdekaan masih menjadi tanda tanya besar. Kita mengamini bahwa bangsa Indonesia merdeka, tetapi disana-sini masih tercium bau busuk penjajahan,” tukas Yonas.

Menurut anggota Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ruteng itu, saat ini di Indonesia mengalami erosi persatuan.  Bahkan persatuan itu sendiri sudah hancur lebur.

Tidak ada lagi persatuan pendapat. Yang ada hanya saling mengeliminasi.

“Inilah penjajahan kita hari ini. penjajahan kulit putih neoindonesia. Karena itu perlunya menjaga nasionalime. Republik ini juga berdiri karena sekuntum sepirit nasionalisme dan patriotisme para pejuang dahulu. Tugas kita hari ini adalah menjaga Nasionalisme dan patrotisme,” tegas Yonas.

Karena itu, pada momentum hari pahlawan tahun 2017 ini pihaknya mengajak semua elemen untuk bersama-sama berjuang agar tetap bersatu mewujudkan cita-cita para pahlawan bangsa.

Selain itu, dia juga mengajak agar semua elemen harus merespon berbagai isu sosial disekitarnya.

 

Sumber: Press Release

Editor: Adrianus Aba

Kabupaten Manggarai
Previous ArticleJaksa Didesak Usut Mafia Proyek di Manggarai
Next Article Perkuat Organisasi, PK Kota Kupang Gelar Rakercab

Related Posts

ITDC Beri Santunan bagi Anak Yatim dan Doa Bersama di GMCC

15 Maret 2026

RAT ke-24, CU Florette Catat Aset Rp58,3 Miliar

14 Maret 2026

Perkembangan Emosional Siswa Harus Menjadi Perhatian Serius

14 Maret 2026
Terkini

IPSI NTT Target Delapan Emas pada PON 2028

15 Maret 2026

Gubernur NTT Dorong Percepatan Program Makan Bergizi Gratis di Sumba

15 Maret 2026

Pemprov NTT Cairkan THR ASN Rp 96,4 Miliar

15 Maret 2026

ITDC Beri Santunan bagi Anak Yatim dan Doa Bersama di GMCC

15 Maret 2026

Melki Laka Lena Dorong Pemanfaatan Lahan Tidur dan Hilirisasi Pertanian di NTT

15 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.