Korban ketika dievakuasi oleh dua orang anggota tim SAR dari Kupang ( Foto:Marcel Manek/Vox NTT)

Atambua, Vox NTT– Melkedi Aldi Moruk (12) warga Laenmanen, Malaka tenggelam di kali Motamaro di desa Tasain, Belu. Korban adalah anak dari Mateus Moruk dan Meliana Meak Bauk.

Informasi yang dihimpun VoxNtt.com di tempat kejadian, Melki mandi bersama teman-teman sebayanya di kolong jembatan Motamaro yang terletak di jalan Timor Raya pada sekitar pada pukul 14.00 wita, Jumat (01/12/2017). Kedalaman kolam ini diperkirakan mencapai lima meter.

Seperti dituturkan warga yang ikut mencari korban, saat Melki melompat ke dalam kali, korban tidak muncul lagi ke permukaan.

Warga dari Desa Leuntolu dan Desa Tasain terus menunggu proses pencarian korban.( Foto: Marcel Manek/Vox NTT)

Karena tidak muncul, teman-temannya menginformasikan ke warga sekitar. Mendengar informasi tersebut, warga kemudian langsung bergegas mencari korban.

Kepala Desa Leuntolu, Patris Luan saat mendengar informasi tersebut, langsung mencari korban bersama warga Desa Leountolu dan warga Desa Tasain.

Pencarian juga dibantu oleh Kepolisian dari Polsek Raimanuk. Warga dan polisi bergerak mengitari sungai namun tak kunjung ditemukan hingga pukul 22.00 wita.

Selain meminta bantuan Kepolisian, Kades Leuntolu juga telah meminta bantuan pihak BNPBD Kabupaten Belu.

“Kami sudah cari dari tadi sore tapi belum ketemu. Saya sudah minta bantuan dari Polsek Raimamuk dan sudah telpon ke BNPB Belu. Katanya saat ini tim basarnas dari Kupang sedang dalam perjalanan ke Motamaro” tutur Patris.

Berhasil Ditemukan

Setelah 11 jam proses pencarian, tim gabungan akhirnya menemukan bocah berumur 12 tahun ini setelah didahului ritual adat.

Saat melakukan ritual, ayah kandung korban memanggil nama korban sebanyak tiga kali. Tak lama berselang, korban terlihat mengapung dipermukaan air yang kedalamannya lebih dari lima meter itu.

Dua orang anggota tim SAR yang sudah mengenakan pelampung langsung masuk menggunakan tali dan menggotong korban keluar dari sungai.

Saat dievakuasi pada pukul 00.30 wita, korban sudah tidak bernyawa lagi. Isak tangis keluarga pun pecah menyambut jasad korban yang saat ini duduk di bangku kelas lima SDI Bora.

Setelah berhasil dievakuasi, tim SAR dan keluarga sepakat lalu membawa korban ke rumahnya di Hoineno kecamatan Laenmanen, Malaka.

Penulis: Marcel Manek

Editor: Boni J

alterntif text