Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Tiga Ruang Kelas SDN Banoko TTU Ambruk
HEADLINE

Tiga Ruang Kelas SDN Banoko TTU Ambruk

By Redaksi2 Desember 20173 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ruang kelas SDN Banoko yang ambruk diterjang angin
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT-Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Lurasik, Kecamatan Biboki Utara, Kabupaten TTU dan sekitarnya pasa Kamis, 30 November 2017 meninggalkan narasi pilu bagi warga.

Hujan lebat tersebut menyebabkan tiga ruang kelas milik SD Negeri Kecil Banoko di Desa Hauteas Barat ambruk rata tanah.

Tiga ruang kelas darurat di sekolah itu dibangun pada tahun 2013.

Selama ini ketiga ruangan kelas yang telah ambruk diterjang angin teraebut ditempati oleh siswa kelas dua dengan jumlah 23 siswa, kelas empat dengan jumlah 24 siswa dan kelas lima 24 siswa.

Setelah bangunan ambruk, pihak SD Negeri Kecil Banoko saat ini kebingungan. Itu karena ruang kelas yang tersisa hanya dua.

Keduanya dipakai sebagai ruang kelas untuk siswa yang lain. Kendati memang total ruangan ada enam, namun satu diantaranya dipakai sebagai ruangan guru.

Pantauan VoxNtt.com di lokasi kejadian, terlihat kondisi tiga ruang kelas itu memang tidak layak dipakai. Tiang penopang bangunan sudah keropos dimakan rayap.

Kepada VoxNtt.com, Kepala Sekolah SDN Banoko, Fenti Anait menuturkan ambruknya tiga ruang kelas tersebut lantaran hujan disertai angin kencang.

Beruntung saat kejadian, anak-anak sekolah sudah pulang ke rumah mereka masing-masing, sehingga tak ada korban jiwa.

“Melihat kondisi tidak betul, saya pulangkan anak-anak pada jam 11.30 karena hujan disertai angin sangat kencang,” aku Fenti.

Ia sendiri pertama kali mengetahui ketiga ruang kelas tersebut ambruk berdasarkan informasi dari masyarakat. Menurut warga ketiganya ambruk sekitar pukul 14.45 Wita, Kamis sore.

“Saat ini sebagai pimpinan sekolah itu saya kewalahan karena tiga ruang kelas kami rusak, sementara hari Senin kami harus ujian semester. Karena itu saya minta uluran tangan dari semua pihak agar membantu kami sehingga proses belajar mengajar bisa berjalan dengan baik,” ujar Fenti.

Orangtua Berharap Bantuan Pemerintah

Anastasya Nata (49), salah satu orangtua yang dua orang anaknya masih sekolah di SDN Banoko kepada VoxNtt.com, mengharapkan adanya bantuan pemerintah. Apalagi SDN Banoko adalah sekolah negeri.

Menurut dia, bantuan rehabilitasi ruangan tersebut penting sesegera mungkin direalisasi. Sebab, tak hanya ruangan kelas yang ambruk, kursi dan meja juga ikut rusak akibat bencana alam tersebut.

Harapan senada disampaikan Kupertinus Eta (34).

Eta yang saat ini memiliki tiga orang anak masih bersekolah di SDN Banoko itu mengatakan, Jumat semua masyarakat akan ke sekolah untuk bongkar ruangan yang sudah runtuh.

Namun demikian, diharapkan agar pemerintah segera memberikan bantuan ruang yang layak untuk dijadikan sebagai tempat belajar.

Untuk diketagui, sejak berdirinya tahun 2013, SDN Banoko memiliki tiga ruang yang saat ini ambruk.

Seiring berjalannya waktu, sekolah ini ditingkatkan statusnya dari SD Kecil menjadi SD Besar.

Pada tahun 2015 SDN Banoko mendapat dua ruang kelas baru yang dipakai kelas tiga dan kelas enam.

Sedangkan kelas satu memakai sebuah pondok kecil sebagai ruang kegiatan belajar mengajar (KBM) dan kelas tiga menempati teras depan ruang guru.
Penulis: Eman Tabean
Editor: Adrianus Aba

TTU
Previous ArticleSetelah Ritual Adat, Bocah 12 Tahun yang Hanyut di Kali Motamaro Ditemukan
Next Article Longsor Besar, Jalur Mukun-Ladok-Koit Lumpuh Total

Related Posts

Guru MAN 1 Manggarai Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penganiayaan Siswa, Begini Kronologinya

17 April 2026

Guru MAN 1 Manggarai Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan Siswa

12 April 2026

BKD NTT Sebut Surat Koordinasi Jelang Pelantikan Kepsek Hoaks, 104 Calon Tetap Dilantik

24 Maret 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.